Turis Prancis yang Tewas di Trikora Sedang Magang di Singapura

1349
Pesona Indonesia
Ilustrasi tenggelam. Foto: istimewa
Ilustrasi tenggelam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Justin Marie Stephanie Wallet, 22, turis asal Saint Martin Boulogne, Prancis, yang tewas terseret ombak saat berenang di pantai kawasan Resort Serumpun Padi Emas yang terletak di Pantai Trikora 4, Desa Malang Rapat, Gunung Kijang, Bintan, Minggu (27/3) sekitar pukul 08.30 WIB, ternyata sedang magang di Singapura selama tiga bulan.

“Magangnya baru berjalan dua minggu. Karena di tempat magangnya libur, korban beserta tiga rekannya sesama magang yaitu Laetitia Rodaro 21 asal Belgia, Geraldine 20 asal Prancis dan Clemence 20 asal Prancis berlibur ke Kabupaten Bintan,” ujar Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Arya Tesa Brahmana di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri, Batu 8, Tanjungpinang.

Empat wanita ini masuk ke Kabupaten Bintan melalui Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Kawasan Wisata Lagoi 24 Maret 2016 lalu. Ini dibuktikan nomor pasportnya yaitu Justin Marie Stephanie Wallet dengan nomor pasportnya 13DD94666, Laetitia Rodaro dengan nomor pasportnya EM251475, Geraldine dengan nomor pasportnya 14DH29130, dan Clemence dengan nomor pasportnya 16A132612.

Namun ke empat wanita remaja ini tidak menginap di resort Kawasan Wisata Lagoi melainkan menginap di Resort Serumpun Padi Emas, Kamar nomor 35, Pantai Trikora 4, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang.

“Korban bersama tiga rekannya sudah empat hari menginap di Resort Serumpun Padi Emas. Mereka menginap dalam satu kamar yaitu kamar nomor 35. Minggu (27/3) atau hari keempat mereka menginap, korban keluar kamar tanpa sepengetahuan tiga rekan lainnya sekitar pukul 08.00 WIB. Jadi saat rekan lainnya masih terlelap tidur, korban berenang di perairan depan resort tersebut,” katanya.

Lagi asik berenang, sambungnya korban tidak menyadari kalau posisinya sudah di tengah laut atau berjarak 50 meter dari bibir pantai. Ketika itu juga ombak kuat datang dan menghantam korban. Akibatnya korbanpun terseret dan tergulung ombak hingga ke dasar laut.

Saat insiden ini terjadi korban sempat berusaha melawan ganasnya ombak dengan meminta tolong melalui kedua tangannya yang melambai-lambai. Namun, kata Arya pengunjung pantai yang saat itu sedang bermain di pantai, Andre 35 tak begitu menggubrisnya karena menurut pengunjung, korban sedang bermain ombak.

Selang beberapa menit, korban hanya melambai satu tangan. Disaat itulah pengunjung merasa curiga dan memanggil Cristo 22, yang merupakan bagian lapangan resort dan Suriansa 43, yang merupakan publik area resort tersebut untuk memberikan pertolongan.

“Berhasil menyelamatkan serta membawa korban ke darat. Korban langsung diberikan bantuan pernapasan namun karena kondisinya semakin lemah bahkan sudah tak sadarkan diri, pihak manager resort segera menelepon pihak medis Puskesmas Kawal. Saat itu juga korban dilarikan ke Puskesmas Kawal dengan mobil ambulan. Tetapi saat dokter melakukan pemeriksaan, korban sudah tak bernyawa lagi alias telah meninggal dunia,” jelasnya.

Selanjutny korban dibawa ke RSUP Kepri di Batu 8, Tanjungpinang untuk menerima penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini, korban masih berada di ruang pendingin tempat penyimpanan jenazah (freezer). Jasad korban akan dipulangkan jika pihak keluarganya dapat dihubungi untuk datang ke Indonesia.

Pengunjung Pantai Resort yang menyelamatkan korban, Andre 35 mengaku saat itu ia dan rekannya sedang bermain di pantai resort. Kantor tempatnya bekerja yaitu Kantor Pegadian Tanjungpinang sedang menggelar family gathering.

“Saya sedang asyik bermain sama rekan-rekan kantor. Ketika sedang bermain saya lihat ada turis wanita berenang. Saya tak menghiraukan hal itu karena sudah lumrah kalau turis asing berenang di pantai ini,” akunya.

Lagi asyik bermain, lanjutnya tiba-tiba matanya mengarah ke turis tersebut. Saat itu dirinya melihat hanya dua tangan turis itu timbul di atas permukaan sedangkan tubuhnya tak tampak. Dugaannya turis itu sedang menikmati deburan ombak yang tinggi. Namun berselang beberapa menit kemudian, dirinya hanya melihat satu tangan saja sembari melambai-lambai. Disaat itulah dirinya berteriak minta tolong dengan dua petugas resort tersebut yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Melihat kondisi turis tersebut, sambungnya ia menduga nyawanya tidak terselamatkan. Karena wajahnya sudah pucat dan badannya sudah membiru. Namun dirinya berharap ada mukizat untuk menyelamatkan nyawa turis wanita muda yang cantik itu.

“Kami bertiga langsung cebur ke laut untuk menyelamatkan turis wanita tersebut. Ketika berhasil menggapai turis itu di tengah laut, kami langsung bawa ke bibir pantai. Selanjutnya dua petugas resort yang mengurusnya,” ungkapnya. (ary/bp/jpnn)

Respon Anda?

komentar