10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

1155
Pesona Indonesia
Kapal Brahma 12 dan ABK yang diduga disandera kelompok militan Abu Sayyap. Foto: istimewa/manado pos
Kapal Brahma 12 dan ABK yang diduga disandera kelompok militan Abu Sayyap. Foto: istimewa/manado pos

batampos.co.id – Sebanyak 10 warga negara Indonesia (WNI) disandera militan Abu Sayyaf di Filipina.

Manila Bulletin, Selasa (29/3), melansir 10 WNI itu merupakan anak buah kapal (ABK) tunda (tug boat). Kapal tersebut berlayar dari Jakarta ke Manila ketika dicegat kelompok militan Abu Sayyaf.

Pejabat militer senior di Filipina membenarkan telah terjadi penyanderaan setidaknya sepuluh warga negara Indonesia, dari kapal tug boat  di perairan Tawi-tawi, Filipina.

Salah seorang korban disebut sudah dipaksa melakukan kontak dengan aparat setempat, untuk memberitahukan bahwa penyandera meminta tebusan untuk membebaskan mereka.

Kelompok Abu Sayyaf, yang diketahui pernah identik dengan Alqaeda, dan kemudian kini disebut dekat dengan ISIS itu meminta uang tebusan sekitar PHP (peso) 50 juta atau setara IDR (rupiah) 15 miliar.

Terkait penyanderaan tersebut, anggota Komisi I DPR Sukamta meminta pemerintah bergerak cepat menyikapinya.

Apalagi ada permintaan tebusan sekitar Rp 15 miliar dari penyandera kepada otoritas setempat.

“Harus dipastikan itu kelompok Abu Sayyaf atau bukan. Kedua, yang harus segera dilakukan adalah menyelamatkan sepuluh WNI yang disandera. Pemerintah harus bergerak cepat,” kata Sukamta kepada JPNN.com (grup batampos.co.id), Selasa (29/3/2016).

Menurut informasi, sepuluh WNI yang disandera merupakan awak kapal dengan nama lambung Brahma 12 berbendera Indonesia. Kapal mendapat serangan dan kemudian ditemukan dalam keadaan kosong oleh kepolisian Filipina di Tawi-tawi.

“Langkah konkret pemerintah segera diperlukan mengingat kewajiban negara memberi perlindungan bagi warganya. Pihak penyandera memberi batas waktu hanya lima hari. Mudah-mudahan semua sandera bisa bebas dengan selamat,” tambah politikus PKS itu. (fat/jpnn/nur)

Respon Anda?

komentar