Ancam Ikon Batam, Pemko Tak Berikan IMB Pembangunan Hotel dan Apartemen di Depan Bukit Clara

1680
Pesona Indonesia
Tulisan Welcome To Batam yang terdapat di Bukit Clara, Batamcenter. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Tulisan Welcome To Batam yang terdapat di Bukit Clara, Batamcenter. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam takkan memberikan izin pembangunan hotel di depan Bukit Clara Batamcentre. Karena keberadannya akan menutup tulisan Welcome to Batam salah satu ikon Batam.

“Takkan kita berikan izin,” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kota Batam, Gustian Riau.

Menurut Gustian pembangunan harus sesuai dengan tata ruang atau keindahan kota Batam.”Kalau terlalu tinggi takkan bagus, akan merusaK,” ungkapnya.

Gustian menyampaikan karena ramai diberitakan, pengembang tak berani mengajukan permohonan izin mendirikan bangunan (IMB).”Hingga kini belum ada pengajuan,” kata mantan Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Kota Batam ini.

Sebelumnya, Direktur Promosi Investasi BP Batam, Purnomo Andi Antono tak bisa memastikan pembangunan di depan Bukit Clara. Tidak menutup kemungkinan dibangun hotel dan apartemen setinggi 22 lantai. Apalagi lahan seluas tiga hektar itu diperuntukan bagi sektor jasa. “Ya bisa saja (dibangun hotel),” kata Purnomo.

Namun hingga kini Badan Pengusahaan (BP) Batam belum mengeluarkan fatwa planologi yang akan dijadikan landasan pengembang mengajukan IMB ke Pemko Batam. “Belum ada fatwanya tuh,” tutur Purnomo.

Kepala Badan Pengendalian dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam, Dendi Purnomo belum bisa memastikan, apakah pihaknya sudah mengelurkan izin Amdal atau belum. “Nanti saya cek dulu ya,” singkat pria berkacamata ini.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto meminta BP dan Pemko mengkaji terlebih dahulu, sebelum izin dikeluarkan. “Dikaji dan disinkronkan, disesuaikan dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” ungkap Nuryanto.

Jangan sampai mengganggu atau merusak estetika ataupun ikon Batam. “Spiritnya harus perbaikan,” katanya.

Bila pembangunan agar lebih baik, serta sesuai dengan tata ruang wilayah. “Kenapa tidak, kita harus mendukung pembangunan,” beber Politikus PDI Perjuangan ini. (hgt)

Respon Anda?

komentar