Diputusin Pacar, Remaja di Kijang Tewas Gantung Diri

1556
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Said Azahar Dioki, 19, warga Desa Airglubi, Kecamatan Bintan Pesisir, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar kosnya, di Kampung Tokojo, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Minggu (27/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Nelayan di Kijang ini nekat gantung diri ini diduga kuat akibat diputusi hubungan cintanya dengan sang kekasih, EK, 16.

“Saat kita evakuasi jasad korban gantung diri di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kita menjumpai satu unit handphone Nokia. Saat kita cek ada pesan singkat (sms) berisikan kata-kata putus cinta. Kita menduga akibat sms inilah korban mengakhiri hidupnya,” ujar Kapolsek Bintan Timur, Kompol Dandung Putut Wibowo di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Diceritakannya, sebelum kejadian, adik korban, Said Iswardiono, 17, yang tinggal serumah dengan korban tidak merasa ada yang aneh dengan perilaku abangnya. Bahkan sekitar pukul 07.00 WIB, Said merasakan abangnya baik-baik saja karena saat diintip dari jendela luar keadaannya masih terbaring di atas kasur dalam kondisi tidur pulas di kamarnya. Karena saat itu pintu kamar terkunci, Said juga sempat membangunkan abangnya dengan memanggilnya dari luar.

“Dipanggil adiknya korban sempat menyaut namun tak keluar dari kamar. Sehingga adik korban meninggalkannya karena tak mau mengganggu tidur abangnya,” katanya.

Tak kunjung melihat abangnya keluar dari kamar, sekira pukul 11.00 WIB, Said kembali membangunkan abangnya. Dengan cara yang sama, Said memanggil abangnya namun pekikan tak disahut. Penasaran, Said akhirnya kembali mengintip dari celah lubang udara di kamarnya. Setelah mengintip, rasa penasaran itu berubah menjadi ketakutan karena mendapati abangnya dalam kondisi sudah tergantung dengan jeratan tali di lehernya.

Spontan adik korban langsung masuk ke dalam kamar dengan memanjat bagian atas pintu kamar. Lalu melepaskan abangnya dari jeratan tali nilon serta mencoba membangunkan abangnya. Tak kunjung terbangun, Said lantas memindahkan abangnya dari dalam kamar menuju ruang tamu. Usai memindahkan, Said meminta pertolongan saudaranya, Syamsul Hadi, 59, yang tinggal bersebelahan dengan kamar kosnya. Kemudian bersama-sama melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setempat.

“Jasad korban sudah kaku. Dilihat dari rautan pada bagian kepala dan muka, diperkirakan korban sudah tewas sekitar 4 jam sebelum ditemukan,” katanya.

Perihal kematian korban juga dibenarkan dari hasil visum sementara yang dilakukan dokter Puskesmas Kijang, Royhan Siregar. Didapati bahwa korban tewas murni akibat bunuh diri. Karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kemudian dari pengamatan luar didapati ada cairan keluar dari kemaluan korban, serta pendarahan pada bagian selaput mata.

Sementara itu, motif bunuh diri korban diketahui dari handphone yang berhasil diamankan di TKP. Karena sebelum tewas, korban sempat berkomunikasi dengan pacarnya EK melalui sms. Bahkan dalam sms terakhir ada kata-kata yang dikirimkan oleh EK kepada korban berisikan tentang putusnya hubungan percintaan. Diduga kata-kata inilah yang membuat korban depresi karena tidak bisa menerima kenyataan tersebut sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Sementara dari pengakuan Said sebelum kejadian ini abangnya pernah melakukan percobaan bunuh diri sekitar sebulan yang lalu tepatnya Februari 2016 lalu. Namun percobaan bunuh diri yang dilakukan abangnya saat itu bukan dengan cara gantung diri tetapi dengan meminum obat-obatan.

“Kita tidak tahu permasalahan yang dialaminya. Pernah abang melakukan percobaan bunuh diri sebulan lalu. Sekarang abang benar-benar melakukan aksi nekat itu,” akunya sembari menangis. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar