Disebut Jadi Tersangka Kasus Bansos Batam, Aris: Diperiksa Saja Tak Pernah

2149
Aris Hardy Halim. Foto: dok Aris
Aris Hardy Halim. Foto: dok Aris

batampos.co.id – Mantan Ketua Persatuan Sepakbola (PS) Batam Aris Hardy Halim yang disebut-sebut telah ditetapkan tersangka oleh penyidik Kejati Kepri, terkait aliran dana bantuan sosial (Bansos) tahun 2011-2012, mengaku heran dengan status tersangka tersebut. Pasalnya, ia sama sekali belum dimintai keterangan oleh penyidik Kejati.

“Yang benar saja, dimintai keterangan saja belum pernah kok ujuk-ujuk ditetapkan tersangka,” ujar Aris saat dihubungi batampos.co.id, Selasa malam (29/3/2016).

Aris mengatakan, jangankan diperiksa, sepucuk surat panggilan dari Kejati Kepri yang sampai kepadanya belum ada. “Jika ada surat panggilan, sudah tentu sebagai warga negara yang baik saya harus datang,” ujar Aris.

Soal kemungkinan penyidik tidak tahu alamat Aris yang baru pasca pindah dari Batam? Aris mengatakan, nomor telepon selularnya selalu aktif dan tidak pernah ia ganti. Bahkan ia mengaku rekan-rekannya di Batam banyak yang tahu alamatnya di Banten.

“Teman-teman wartawan saja tahu nomor telepon saya, buktinya bisa nelpon saya,” ujar Aris.

Berita Terkait: Ini Kata Jaksa Soal Penetapan Aris Hardy Halim Tersangka Bansos Batam

Aris mengaku akan segera menghubungi pihak Kejati untuk meminta klarifikasi informasi ini. “Besok saya akan minta klarifikasi, kok sudah ditetapkan sebagai tersangka padahal dimintai keterangan saja belum pernah,” ujar Aris, lagi.

Mantan Wakil Ketua DPRD Batam dua periode itu mengatakan, penetapan tersangka ada mekanismenya, tidak bisa langsung main menetapkan tersangka begitu saja tanpa ada klarifikasi atau pemeriksaan.

“Harusnya klarifikasi dulu dong, dimana kesalahan saya, biar saya klarifikasi, biar saya jelaskan. Apa benar saya melakukan kesalahan itu dan lainnya,” ujar Aris.

Aris tidak ingat persis berapa besaran anggaran yang dikucurkan ke PS Batam saat itu. Namun ia meyakinkan bahwa seluruh anggaran yang dikucurkan digunakan sesuai peruntukan.

“Saat itu PS Batam ada  kompetisi, dana itu digunakan untuk kompetisi itu, laporannya ada,” ujar Aris.

Soal tuduhan ada mark up di laporan penggunaan anggaran sebesar Rp 500 juta, Aris justeru mempertanyaan siapa yang me-mark up? Dikucurkan sama siapa anggaran itu?

“Kalau ada kucuran dana diluar yang saya ketahui harus diklarifikasi siapa yang mencairkan, saya siap dimintai keterangan,” tegas Aris.

Ia juga mengaku heran, pasalnya dalam laporan penggunaan anggaran ke Pemko Batam, tidak ada masalah. Bahkan penggunaan anggaran tersebut juga sudah melalui mekanisme audit badan pemeriksa keuangan dan pembangunan.

Sekiranya, kata Aris, ada yang bermasalah, semestinya menjadi temuan badan pemeriksa keuangan dan pembangunan (BPKP). Temuan itu selanjutnya diberitahukan ke Pemko Batam untuk diperbaiki. Jika tidak juga diperbaiki, barulah kasusnya bisa diusut.

Penyidik Kejati sendiri memang belum menyebut terang-terangan nama Aris sebagai tersangka kasus bansos. Namun ia membenarkan dari beberapa tersangka, ada nama mantan anggota dewan Batam.

”Benar ada nama salah satu nama mantan anggota dewan Batam. Tapi maaf, kami belum bisa menyebutkan nama-nama tersangkanya,” ujar  Kasisdik Kejati Kepri, Zainur, kepada wartawan, Senin (28/03/2016). (nur)

Baca Juga:
> Mantan Petinggi DPRD Batam Terseret Kasus Bansos
> Penetapan Tersangka Bansos Batam Molor Lagi
> Kajati Sebut Tersangka Kasus Bansos Batam Bakal Banyak
> Agussahiman Siap Diperiksa Kejati Terkait Bansos
> Pengurus PS Batam Diperiksa Jaksa Terkait Bansos
> Diduga Banyak Dikorupsi, Pemko Batam Tetap Anggarkan Rp 4 M untuk Bansos
> DPRD Minta Kejati Usus Tuntas Dugaan Korupsi Dana Bansos Pemko Batam
> Kejati Periksa Pejabat Pemko, Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos
> Divonis Ringan, Koruptor Kebun Raya Batam Sujud Syukur
> Terdakwa Korupsi Kebun Raya Batam Kembalikan Kerugian Negara Rp 2, 742 Miliar

Respon Anda?

komentar