DPRD Natuna Ingin Ada Pangkalan Militer di Sana

1440
Pesona Indonesia
Ilustrasi kapal TNI AL. Foto: istimewa
Ilustrasi kapal TNI AL. Foto: istimewa

batampos.co.id – Wakil ketua DPRD Natuna Hadi Candra menguatirkan nasib nelayan Natuna pasca insiden nyelonongnya coast guard Tiongkok ke laut Natuna.

Tiongkok, kata Candra, tidak hanya mengincar ikan di laut Natuna. Namun mengintai kekayaan sumber daya alam lain, misalnya minyak dan gas. Ilegal fishing hanya sampingan saja.

“Kalau sekarang, seandainya nelayan Natuna diganggu oleh nelayan asing, seperti insiden kemarin, kita tidak bisa berbuat apa apa. Kami sangat cemas,” kata Candra, Senin (28/3).

Pemerintah daerah khususnya DPRD kata Candra, sudah sering menyampaikan kondisi di laut Natuna yang rawan. Baik melalui
kementeraian terkait maupun kepada DPR RI, agar mempertimbangkan pertahanan laut dan udara di Natuna.

Dikatakan Candra, untuk militer angkatan laut dan udara, sudah sepantasnya miliki pangkalan utama di Natuna. Karena Natuna lebih luas wilayah laut dan udara, sementara daratan terbagi dari pulau kecil.

“Kami sudah menyatakan berulang kali kepada pemerintah pusat, harus dibangun pangkalan milier. Perkuat dengan skuadron dan kapal perang yang siaga penuh di Natuna. Natuna tidak cukup dengan kapal patroli,” ujar Candra.

Tidak hanya pangkalan milier kata Candra, untuk menjaga perbatasan lebih tepatnya membentuk pemerintahan baru, sektor pembangunan dan ekonomi harus diperhatikan. Misalnya diwilayah pulau Subi dan Serasan, jarak dari pusat Kabupaten sangat jauh, malahan lebih dekat dengan Malaysia.

“Dengan membentuk Kabupaten di wilayah pulau terluar, sangat membantu menjaga wilayah perbatasan. Tentu memperhatikan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(arn)

Respon Anda?

komentar