Fungsi Pengawasan Oleh DPRD Dinilai Masih Lemah

563
Pesona Indonesia
DPRD Anambas. foto:dok
DPRD Anambas. foto:dok

batampos.co.id – Salah seorang tokoh pendiri Kabupaten Kepulauan Anambas Aminah, menilai saat ini kinerja atau fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas masih lemah. Beberapa anggota DPRD, terkesan hanya bekerja ketika ada rapat paripurna saja.

“Fungsi pengawasan dewan masih lemah, lemah selemah-lemahnya. Semoga ini bisa menjadi evaluasi bagi dewan kita kedepan. Kita tidak mau anggota DPRD di Anambas ini seperti anggota DPR di tempat lain. Contoh kan banyak, dewan di Provinsi juga begitu,” ujarnya disela-sela Musrenbang tingkat kabupaten di BPMS, Senin (28/3).

Oleh karena itu wanita kelahiran 27 Juli 1942 ini meminta dewan untuk bekerja sesuai dengan tugas dan perannya sebagai wakil rakyat. Menurutnya, kemajuan Anambas salah satunya terletak antara sinergisitas antara legislatif, eksekutif dan yudikatif. “Dewan itu bekerja lah sesuai dengan tugas dan perannya supaya Anambas maju. Eksekutif yang memiliki program, sementara dewan yang mengawal supaya tidak ada kebocoran anggaran,” ungkapnya.

Sebagai wakil rakyat, harus memperjuangkan aspirasi yang dititipkan oleh masyarakat. Apalagi yang membuatnya geram, dia sering mendengar kabar bahwasanya setelah ketok palu pada siang harinya, sore mereka minta duit. “Ini yang kami akan kontrol. Kalau masih ada dewan yang mementingkan pribadinya, sebaiknya berhenti saja jadi dewan,” ungkapnya.

Akhir-akhir ini dirinya mengaku prihatin dengan banyaknya kabar terkait korupsi di Anambas. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dibuang jauh-jauh bagi pegawai yang mengabdi di Anambas. Karena menurutnya, masalah korupsi ini, intinya masalah keserakahan.

“Ini tergantung niat mereka. Kalau masih ada Serakah, Tamak, Pelit, Bakhil, Rakus (STPBR) dalam diri mereka, bagus pergi saja. Dana yang ada itu harus terealisasi dengan baik untuk masyarakat. Penegakan hukum juga jangan sampai ada tarik ulur,” ungkapnya.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar