Kakak Beradik Jadi Curanmor, Ketangkap, Diamuk Massa, Innalillahi

1413
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos.co.id – Tiga tersangka curanmor yang diamuk massa dan satu diantaranya tewas, Minggu (27/3) kemarin, ternyata terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor di empat lokasi.

Parahnya tiga tersangka ini merupakan kakak beradik berinisial Engsi Martono (26), Tarmadi (30) dan korban tewas adalah Se (25). Warga Padang Guci, Kabupaten Kaur, Bengkulu tersebut diamuk massa saat mencuri sepeda motor di Kabupaten Seluma.

“Hasil Penyidikan sementara diketahui tersangka terlibat curanmor di empat TKP. Hanya saja saat tersangka mengaku baru menjalankan aksinya dua kali di Babatan dan Talang Sebaris Kecamatan Air Periukan,” tegas Kapolsek Sukaraja Iptu Dran Anis seperti dikutip BE (Jawa Pos Group) Selasa (29/3).

Kendati kedua tersangka EM dan TA mengakui baru mencuri di dua TKP, namun penyidik tidak serta merta percaya. Mengingat ada indikasi pelaku merupakan tersangka curanmor kambuhan yang meresahkan warga Seluma.

Dua saudara kandung ini diyakini masih memiliki TKP lainnya. Bahkan tidak tertutup kemungkinan tersangka juga menjalankan aksinya di Kota Bengkulu. “Kita juga akan berkoordinasi dengan Polres Bengkulu. Kita menduga pelaku juga beraksi di Kota Bengkulu,” sambungnya.

Kedua tersangka Engsi Martono (26) dan Tarmadi (30) Warga Padang Guci Kabupaten Kaur berhasil ditangkap warga Seluma. Mereka kepergok warga saat melakukan aksi pencurian motor milik warga Seluma. Korban Reza Efendi mengetahui aksi tersangka curnamor itu saat mengendap masuk ke rumahnya melalui pintu belakang.

Tersangka merusak pintu belakang rumah korban. Berhasil masuk, dua kawanan pelaku langsung menyikat sepeda motor Honda Supra X Hitam BD 3980 CM. Saat mencoba membawa kabur motor itu, tersangka menimbulkan suara gaduh.

Korban yang mengetahui pencurian itu langsung memergoki tersangka dan berteriak. Hingga akhirnya massa berdatangan dan menggebuki para tersangka. Naasnya adik tersangka Se (25) ikut menjadi bulan-bulanan warga sehingga meninggal dunia. Amuk massa baru terhenti setelah polisi datang ke TKP.

“Satu tersangka yang meninggal dunia telah dijemput pihak keluarga untuk di kebumikan sedangkan untuk kedua kakak tersangka tetap diamankan di Polsek Sukaraja,” singkatnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar