Kurir Ribuan Pil Ektasi Dijanjikan Upah Rp 66 Juta

1266
Pesona Indonesia
Kabid P2 Kanwil Khusus DJBC, R Evi, Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B, Abien (tengah) dan Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawijaya, menunjukkan barang bukti ribuan pil ekstasi. foto:sandi/batampos
Kabid P2 Kanwil Khusus DJBC, R Evi, Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B, Abien (tengah) dan Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawijaya, menunjukkan barang bukti ribuan pil ekstasi. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Liang Kok Sun, 35, warga negara Malaysia yang ditangkap oleh petugas BC di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun Sabtu (26/3), karena mencoba menyelundupkan methylenedioxy methamphetamine atau biasa disebut ekstasi sebanyak 2.979 butir ternyata dijanjikan upah yang tidak sedikit. Upahnya RM20 ribu atau sekitar Rp 66,1 juta.

”Orang yang menyuruh atau menitipkan ribuan pil itu namanya Michael. Saya tidak kenal betul dengan orang itu. Dikenalkan melalui teman saya. Dan, setelah saya antar sampai ke Tanjungbalai Karimun, baru akan mendapatkan upah sebesar RM20 ribu. Kebetulan, karena saya baru keluar dari penjara dan belum mempunyai pekerjaan tetap, makanya saya bersedia,” ujar Liang Kok Sun, saat ditemui di Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Senin (28/3).

Lalu siapa yang akan menjemput ribuan pil ekstasi tersebut? Liang Kok Sun menyatakan, bahwa dia tidak kenal dan tidak berhubungan langsung dengan penerima barang. ”Saya hanya berkomunikasi dengan Michael. Ketika saya sampai Michael akan mengarahkan saya untuk masuk ke hotel yang sudah ditentukan. Kemudian, barang akan dijemput,” jelasnya.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Abien secara terpisah menyebutkan, setelah penangkapan dan pemeriksaan badan dilakukan oleh BC, maka selanjutnya tersangka beserta barang bukti dilimpahkan ke Polres Karimun untuk diproses lebih lanjuut. ”Apa yang kita lakukan merupakan salah satu upaya pencegahan masuknya narkotika dari negeri jiran ke daerah kita. Dan, penangkapan ini merupakan yang kesekian kalinya kita lakukan,” jelasnya.

Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawijaya menyebutkan, setelah dilimpahkan dari BC dan dilakukan pemeriksaan, pada Sabtu (26/3), pihaknya bersama BC mencoba untuk membuka kamar di salah satu hotel untuk menjebak penjemput, sebagaimana keterangan tersangka. ”Berdasarkan pengakuan tersangka, maka kita mengambil satu kamar di salah satu hotel. Dan, setelah ditunggu ternyata yang akan menjemput tidak datang-datang,” jelasnya.

Namun, dilanjutkannya, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap tersangka Liang Kok Sun. Salah satunya, dari catatan paspor yang disita, tersangka pernah ke Batam dan menginap satu malam di sana, pada Rabu (10/3). Apakah, pada saat ke Batam juga membawa narkotika, masih dilakukan pemeriksaan.

Tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal pasal 113 ayat 2, pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar