Maksimalkan Potensi Kelautan Kepri, Tapi Jangan Rugikan Masyarakat

797
Pesona Indonesia
Jemmy Rumengan, salah satu staf khusus Gubernur Kepri. foto:istimewa
Jemmy Rumengan, salah satu staf khusus Gubernur Kepri. foto:istimewa

batampos.co.id – Kepri memiliki potensi kelautan berupa aneka jenis ikan, pantai indah, dan laut yang menjadi lalulintas kapal-kapal mancanegara. Ditambah Gubernur Kepri HM Sani memiliki lobi yang kuat dan baik di wilayah Sumatera bahkan nasional, mempunyai potensi memajukan daerah ini.

‘’Namun Gubernur tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita membuang perbedaan dan menyatukan kesamaan dengan memberikan masukan, dukungan demi membangun kelautan sebagai geo ekonomi dan geo politik Kepri (Indonesia),’’ sebut akademisi Kepri, Prof DR Jemmy Rumengan di Kampus Universitas Batam (Uniba), Senin (28/3).

Tidak boleh pula diabaikan, lanjut Jemmy, yaitu konektivitas jaringan antar pulau. Ini semua bisa maksimal manakala pelabuhan perintis diperbanyak, dan rute transportasi laut dikembangkan dan diperbanyak lagi. Semua ini bisa berjalan ketika Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kelautan ditingkatkan dan diiringi dengan pengembangan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

SDM andal hanya bisa terealisasi ketika ada penguatan lembaga kelautan tepat guna, efektif, dan efisien. Ini akan berdampak kepada lahirnya inovasi dan solusi untuk menggali, mengembangkan, dan menjual potensi kelautan tadi. Semua ini perlu digesa dan tetap mengedepankan sentuhan langsung dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Pembangunan ekonomi kelautan target utamanya adalah untuk pembangunan Kepri, dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Pembangunan sangat utama, namun tetap mengedepankan kelestarian rawa, pantai, ekosistem laut, pulau, dan laut. Semua dikembangkan, tapi tidak merugikan masyarakat, alam, dan negeri Melayu ini.

Masalah pipa gas dan kabel bawah laut yang membentang dari Kepri ke Singapura perlu pula dikaji ulang. Utamanya bagaimana bisa memberikan manfaat maksimal bagi Kepri dan masyarakat Kepri. Bahas lagi mengenai finalisasi tata ruang laut, zonasi pesisir, dan batas laut yang saat ini masih dikaji sembilan negara, di antaranya Indonesia, Singapura, Malaysia, dan lainnya.

Kepri papar Jemmy memiliki 20 pulau kecil terluar, dimana hanya tiga di antaranya berpenghuni. Ini artinya potensi kelautan berupa pulau tadi masih sangat besar. Kesempatan ekonomi, wisata terpadu, wisata eksklusif masih terbuka luas di 17 pulau tersebut. Siapa yang bisa membangun? Pemerintah, masyarakat, atau investor. Investasi hanya akan terealiasi ketika ada kebijakan proinvestasi. Tidak ada dualisme kepemimpinan dan kebijakan. Tidak ada tumpang tindih kebijakan.

Serikat pekerja dan buruh, Pemkab, Pemko, Pemrov Kepri, dan Pemerintah Pusat baiknya duduk bersama membahas kebijakan yang memberikan kemudahan dan ketenangan bagi pengusaha. Segerakan juga penyusun road map agar Kepri bisa maju dan mandiri. Sehingga Kepri bisa sejajar dengan daerah lain, dan dihargai oleh Singapura dan Malaysia.

Kepastian hukum menjadi sandaran utama bagi pengusaha untuk membangun usahanya. Berikan hak otonomi luas bagi daerah untuk membangun negeri ini. Berikan otonomi sepenuh hati. Biarkan daerah dewasa, bekerja untuk membangun daerah dengan tidak mengabaikan keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (sta/bpos)

Respon Anda?

komentar