Meski Segera Ditertibkan, Pembangunan Kios Liar Kian Menjamur

1036
Pesona Indonesia
Warga membangun kios liar di sepanjang jalan Pasir Putih, Batamcenter, Kamis (24/3). Foto: Rezza Herdiyanto/Untuk Batam Pos
Warga membangun kios liar di sepanjang jalan Pasir Putih, Batamcenter, Kamis (24/3). Foto: Rezza Herdiyanto/Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pembangunan kios liar di kawasan Tiban kian tak terkendali walau pemerintah telah mengeluarkan teguran, seperti di Tibancenter. Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id) di lapangan hingga kemarin masih ada alat berat yang digunakan untuk meratakan lokasi yang menjadi area hijau tersebut.

”Kami sudah datangi, dan memberikan peringatan secara lisan kepada pekerja di sana,” ujar Kepala Seksi Keamanan dan Penertiban Kecamatan Sekupang, Delferi.

Razia yang dilakukan pihak kecamatan selain untuk menertibkan, juga mewanti-wanti berdirinya bangunan liar baru. Sesuai dengan arahan pimpinan, bangunan liar yang berdiri selama tahun 2016 ini langsung ditertibkan. ”Secepatnya kita bersama Saptpol PP akan menertibkan kios liar dan PKL yang ada di Sekupang,” tegasnya.

Sementara itu, AZ salah seorang pedagang kaki lima yang berada di sekitar Pasar Tibancenter menuturkan sudah mengetahui rencana dari pemerintah untuk melakukan penggusuran. Gerobak beserta perlengkapan lain miliknya untuk berdagang telah disembunyikan. ”Saya simpan dulu, biar tidak terkena razia,” ujarnya.

Menurut pria asal Aceh ini, dirinya sudah lama berjualan di Tibancenter. Selama ini dirinya selalu berusaha agar tidak menjadi korban penertiban. ”Harusnya pemerintah juga harus siapkan tempat untuk kami, agar kami bisa berjualan dengan tenang,” tutupnya.

Sementara itu, lokasi buffer zone atau lahan penghijauan di pinggir jalan utama marak diperjualbelikan. Warga atau ormas yang mengklaim sebagai pemilik mengaku menguasi lahan umum itu, nekat menjual kepada warga lain dengan harga cukup mahal.

Seperti di pinggir jalan utama R Suprapto Batuaji dan jalan raya ke arah Marina, Sekupang. Lahan-lahan kosong di pinggir jalan yang seyogyanya untuk lahan penghijauan dijual dengan harga mulai Rp 2 hingga Rp 4 juta sesuai ukuran lahan yang diinginkan.

”Kalau untuk kios ukuran 4×6 meter di sini (daerah Marina) Rp 4 jutaan sekarang. Kalau mau buat usaha harus dikasi tahu dari awal kepada pemiliknya, sebab harganya akan beda kalau untuk ruli dan untuk kios,” ujar Aron, salah satu pemilik kios di lokasi penghijau pinggir jalan Marina.

Untuk kios biasanya harga yang ditetapkan lebih mahal dibandingkan untuk tempat tinggal (ruli). ”Kalau untuk ruli sekitar Rp 2 jutaan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Daniel, warga yang menempati kios liar di pinggir jalan utama R Suprapto atau persisnya depan ruko Genta I. Menurutnya, kios liar di daerah itu, disewakan dan perjualbelikan. ”Harganya sekitar Rp 4 jutaan (lahan kosong) kalau beli, sedangkan sewa sekitar Rp 700 ribu perbulan,” ujarnya.

Dia mengaku warga sekitar sadar jika lahan itu dilarang untuk membangun bangunan liar, namun karena tidak ada ketegasan pemerintah akhirnya warga ramai-ramai memanfaatkan lahan kosong itu untuk usaha sementara, meskipun harus membeli atau menyewa. ”Di tempat lain bisa, kenapa di sini tak bisa,” tuturnya. (cr17/eja)

Baca juga:

Jumat Ini Satpol PP Batam Akan Bongkar Kios Liar

DPRD Batam Minta Pemerintah Tidak Tebang Pilih Dalam Penertiban PKL

 

 

Respon Anda?

komentar