Nganggur, Minta Maaf Sama Istri, Parjiono pun Gantung Diri

1375
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Parjiono, pria kelahiran 27 Juli 1976 ini memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Perumahan Tirta Indah Tiban, Blok I no. 8 Kelurahan Patam Lestari, Sekupang, Batam, Selasa (29/3/2016).

Diduga Parjiono mengakhiri hidupnya karena himpitan hidup. Ia tak kunjung mendapatkan pekerjaan.

Mertua korban, Leni, mengatakan pada pukul 02.00 WIB, ia masih melihat Parjiono berbaring di ruang tamu di dalam rumahnya. Sang mertua pun tak curiga karena itu memang kebiasaan Parjiono.

Sang mertua pun kembali tidur tanpa curiga sedikit pun kalau menantunya bakal bunuh diri.

Baru pada pukul 05.30 WIB, istri korban, Lina, terbangun hendak buang air kecil ke kamar mandi. Namun begitu membuka pintu kamarnya, Lina terkejut dan berteriak histeris  melihat suaminya gantung diri di besi tralis jendela dalam rumahnya itu.

Lina pun membangunkan ibunya, Leni. Keduanya lalu meminta bantuan warga, namun nyawa Parjiono tak tertolong lagi.

“Dia memang sering mengatakan kepada saya kalau dia ingin mengakhiri hidupnya,” ujar Leni, sang istri.

Leni yang tak menyangka suaminya bakal benaran bunuh diri baru percaya ketika mendapati suaminya gantung diri.

Bahkan, di telepon seluler, Parjiono sempat menulis permintaan maaf kepada istrinya sebelum gantung diri.

“Di tubuh korban tidak terlihat tanda-tanda kekerasan, murni bunuh diri,” ujhar
Kapolsek Sekupang Kompol Ferry Aprizon di tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ini jenazah korban dibawa ke RSOB untuk pemeriksaan, sebelum dikembalikan kepada keluarga korban. (ali/nur)

Respon Anda?

komentar