Pembajakan Egypt Air Tak Terkait Terorisme

688
Pesona Indonesia
Pesawat Airbus A320 dengan nomor penerbangan MS 181 milik Egypt Air masih terpakir di bandara Larnaca, Cyprus, Selasa (29/3/2016). Foto: @egyptair/twitter
Pesawat Airbus A320 dengan nomor penerbangan MS 181 milik Egypt Air masih terpakir di bandara Larnaca, Cyprus, Selasa (29/3/2016). Foto: @egyptair/twitter

batampos.co.id – Presiden Mesir Abdul Fattah as-Sisi menyatakan, pembajakan pesawat Egypt Air tidak terkait dengan terorisme. Pembajakan ini murni persoalan personal pembajak, Ibrahim Samaha.

Stasiun televisi Aljazeera yang menyiarkan langsung pembajakan tersebut sesaat setelah pesawat mendarat juga mengkonfirmasi pernyataan tersebut.

Hal senada dikatakan Presiden Siprus Nicos Anastasiades. Menurutnya pembajakan ini tak ada kaitan dengan terorisme.

“Ini bukan sesuatu yang terkait terorisme,” ujar Anastasiades kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (29/3/2016).

Hingga berita ini diturunkan, proses negosiasi dengan pembajak masih terus dilakukan. Perkembangan terakhir, Ibrahim ingin mengirimkan secarik surat ke mantan istrinya. Belum diketahui apa isi pesan pembajak itu kepada mantan istrinya.

Di layar televisi Aljazeera juga terlihat jumlah polisi datang ke bandara Larnaca Cyprus terus bertambah. Termasuk pasukan militer. Namun mereka hanya berada di bibir bandara karena tim negosiator masih terus melakukan upaya negosiasi.

Pesawat Egypt Air dibajak dalam penerbangan dari Mediterania menuju Kairo, Selasa (29/3/2016). Pesawat dialihkan ke Cyprus.

Namun beruntung, pelaku pembajakan masih punya sedikit rasa kemanusiaan. Pesawat tersebut dipaksa mendarat di Bandara Larnaca, Cyprus, Selasa (29/3/2016). Di bandara itu pembajak melepas sandera penumpang, kecuali lima warga asing. (nur)

Baca Juga:
> Pesawat Mesir Dibajak, Dipaksa Mendarat di Cyprus
> Pembajak Egypt Air Bernama Ibrahim Samaha

Respon Anda?

komentar