Perkosa Karyawati Hotel, Tiga Pelaku Ditangkap Polisi

1634
Pesona Indonesia
Tiga tersangka pemerkosa karyawati hotel (mengenakan baju tahanan) saat ditunjukkan bersama barang bukti. foto:sandi/batampos
Tiga tersangka pemerkosa karyawati hotel (mengenakan baju tahanan) saat ditunjukkan bersama barang bukti. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Polres Karimun menangkap tiga orang pemuda masing-masing berinisial OS, HF dan HY yang melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang karyawati salah satu hotel di Tanjungbalai Karimun. Penangkapan ini berdasarkan laporan polisi Nomor : LP-B/54/III/2016/ Kepri/SPK Res Karimun pada Sabtu (26/3).

Peristiwa pemerkosaan itu terjadi satu bulan lalu, tepatnya Minggu (28/2) dini hari pukul 01.30 WIB di lapangan Perumahan Imperium, Jalan Poros, Kecamatan Meral. Namun, baru dilaporkan korban ke polisi karena sebelumnya korban DA takut. “Sebab ada ancaman dari para pelaku untuk tidak melapor ke polisi dan orang tua,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno, Senin (28/3).

Pemerkosaan tersebut terjadi pada saat korban baru pulang dari kerja pada malam hari. Di tengah jalan tiba-tiba ada tiga orang yang menggunakan dua sepeda motor langsung menyapa korban. Kemudian, salah satu tersangka berinisial OS menyebutkan bahwa di depan ada razia polisi. Sehingga, tersangka OS menawarkan bantuan untuk mengantar ke rumah. Ternyata, pelaku tidak mengantar sampai di rumah, melainkan membawa ke lapangan yang berada di Taman Imperium Jalan Poros.

”Korban yang merasa OS mempunyai niat jahat berusaha melarikan diri, namun berhasil dikejar dan ditangkap dari belakang oleh pelaku. Setelah tertangkap, OS mengancam akan membunuh korban. Dengan ancaman tersebut korban tidak berani melawan dan kemudian diperkosa oleh tersangka OS. Sedangkan, dua orang tersangka lain, menunggu ditempat lain,” papar Dwihatmoko.

Dilanjutkannya, pemerkosaan tidak hanya sampai disitu saja. Setelah tersangka OS selesai, giliran dua tersangka lain, yakni HF dan HY. Setelah memerkosa korban, pelaku mengancam agar tidak melapor kepada orang tuanya, apalagi polisi. Namun setelah satu bulan dipendam, korban akhirnya memberanikan diri melapor ke polisi.

”Tersangka bertiga kita amankan dari salah satu tempat kosan di Jalan Pertambangan tanpa ada perlawanan. Kemudian, dua unit sepeda motor milik para tersangka juga ikut diamankan untuk dijadikan barang bukti. Pakaian, ketiga tersangka dan juga pakaian korban sudah diamankan sebagai alat bukti di persidangan. Untuk saat ini, kondisi korban masih dalam keadaan trauma,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, otak pelaku adalah OS. Sementara antara korban dengan tersangka tidak saling kenal. Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 285 jo pasal 55 KUH-Pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.(san/bpos)

Respon Anda?

komentar