Pesawat Mesir Dibajak, Dipaksa Mendarat di Cyprus

603
Pesona Indonesia
Pesawat Egypt Air. Foto: istimewa
Pesawat Egypt Air. Foto: istimewa

batampos.co.id – Bukan hanya dua kapal berisi 10 WNI yang dibajak militan Abu sayyaf di Filipina, di belahan bumi lain, pembajakan juga terjadi. Kali ini menimpa pesawat milik maskapai Mesir, Egypt Air yang membawa 55 penumpang dan tujuh kru.

Pesawat Egypt Air dibajak dalam penerbangan dari Mediterania menuju Kairo, Selasa (29/3/2016). Pesawat dialihkan ke Cyprus.

Namun beruntung, pelaku pembajakan masih punya sedikit rasa kemanusiaan. Pesawat tersebut dipaksa mendarat di Bandara Larnaca, Cyprus, Selasa (29/3/2016). Di bandara itu pembajak melepas sandera penumpang, kecuali lima warga asing.

AFP melansir, pembajak mengontak menara pengawas pada pukul 08.30 waktu setempat atau sekitar pukul 12.30 WIB. Pesawat kemudian mendapat izin mendarat 20 menit setelah itu.

Dari Larnaca dilaporkan, sebuah tim gawat darurat telah diterjunkan ke bandara tersebut. Bandara itu merupakan pintu masuk para wisatawan yang berkunjung ke kawasan mediterania, Cyprus.

Para pembajak tidak langsung menyampaikan tutuntannya saat mendarat di bandara Larnaca.

Pihak maskapai tersebut menyebutkan dalam akun twitter mereka. “Penerbangan kami, MS181 dibajak, kami akan memberikan keterangan resmi sekarang,” tulis mereka.

Pengalihan pesawat yang dibajak ke Bandara Larnaca bukan pertama kali terjadi. Kejadian serupa pernah terjadi di era 1970an dan 1980an.

Sementara itu, seperti diberitakan AFP, diduga ada bom yang dibawa oleh pembajak ke dalam pesawat tersebut.

Hal itu diungkapkan seorang pejabat di Cyprus yang juga menyebut, ada lebih dari satu pembajak di atas pesawat tersebut. (pojoksatu/nur)

Respon Anda?

komentar