Sering Dimarahi, Bripka Triyono Bunuh Istrinya

1177
Pesona Indonesia
Ilustrasi pembunuhan.
Ilustrasi pembunuhan.

batampos.co.id – Belum hilang dari ingatan kasus polisi membunuh dan memutilasi dua anaknya di Melawi, Kalimantan Barat, dan penembakan polisi terhadap istrinya di Bekasi, Jawa Barat, kasus polisi membunuh istrinya kembali terjadi. Kali ini di Depok, Jawa Barat, Bripka Triyono menganiaya istrinya, Ranita Handriani, hingga tewas.

Polisi yang berumur 37 tahun dan bertugas sebagai anggota Pengamanan Obyek Vital (Obvit) Polresta Depok itu membunuh istrinya, Minggu (27/3/2016) subuh.

Dilihat dari pola luka, perempuan berusia 37 tahun itu tewas dengan luka memar di bagian hidung karena dibogem mentah oleh sang suami.

Peritiswa pembunuhan ini bermula  dari cekcok mulut antara Triyono dan istrinya di rumahnya di Jalan Pejuang RT 2 RW 8 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok. Cekcok itu terjadi menjelang subuh.  Saat cecok itulah Triyono menganiaya istrinya hingga tewas.

Pada pagi harinya, Triyono tetap pergi bekerja seperti biasa. Ia  meninggalkan istrinya di rumah dalam kondisi tak bernyawa lagi.

Sekitar pukul 19.00 Triyono dan pembantunya datang ke rumahnya. Ia bercerita bahwa istrinya tidak bisa dibangunkan. Dia minta bantuan Ketua RT 2 Waras, 57, Waras, melakukan pengecekan.

Waras beserta dua anaknya lantas datang ke rumah Triyono. Dia lantas masuk ke kamar korban. Saat berada di dalam, tubuh Ranita telah terbujur kaku dengan kondisi telentang, dan luka memar dibagian hidungnya. “Ada bercak darah yang keluar di hidungnya itu,” katanya.

Saat itu Triyono meminta Waras membangunkan korban dan membersihkan darah di hidung istrinya itu, namun Waras takut.

Waras kemudian memanggil dr. Riyatno untuk dilakukan pemeriksaan.  Namun ternyata Ratnita telah meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk otopsi. Hasilnya, Ratnita tewas akibat dibunuh. Luka memar di bagian pipi kanan dan hidung korban.

“Pelaku mengaku membunuh istrinya karena masalah pribadi di internal keluarga. Pelaku sering dimarahi oleh korban,” kata Kapolresta Depok Kombespol Dwi Yono.

Triyono dan rekannya Mamat berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Mamat diduga ikut membatu pembunuhan itu.

Dwi menjelaskan kalau jasad korban telah disemayamkan. Korban disemayamkan di pemakaman islam di Jalan Timah sekitar pukul 13.30, Senin (28/3/2016). (jpgrup)

Respon Anda?

komentar