Sudah 70 Orang Tewas Akibat Bom Lahore, Tak Ada WNI

606
Pesona Indonesia
 Senin, 28 Maret 2016 | 08:47 WIB VIDEO Bom Bunuh Diri di Pakistan, Warga Histeris, Korban Tewas Diangkut Kain ke Ambulans Internasional Restu Korban bom bunuh diri di Pakistan. foto: Twitter @Photogenat_ Korban bom bunuh diri di Pakistan. foto: Twitter @Photogenat_

Senin, 28 Maret 2016 | 08:47 WIB
VIDEO Bom Bunuh Diri di Pakistan, Warga Histeris, Korban Tewas Diangkut Kain ke Ambulans
Internasional Restu
Korban bom bunuh diri di Pakistan. foto: Twitter @Photogenat_
Korban bom bunuh diri di Pakistan. foto: Twitter @Photogenat_

batampos.co.id – Bom bunuh diri yang meledak Minggu malam lalu (27/3/2016) di taman Gulshan-e-Iqbal di kota Lahore, Pakistan, sudah menewaskan 70 orang. Tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal menuturkan tim dari KBRI Islamabad sudah melakukan pengecekan ke otoritas setempat.

’’Hasilnya sampai saat ini tidak ada korban WNI dalam ledakan itu,’’ katanya, Senin (28/3/2016).

Iqbal mengatakan perwakilan Indonesia di Islamabad akan terus menggali informasi sampai benar-benar dipastikan tidak ada WNI jadi korban bom tepat di malam paskah itu.

Dia mengatakan di dalam database Kemenlu, ada 920 orang WNI yang tinggal di seantero Pakistan. Perinciannya adalah 752 orang WNI berada di wilayah kekonsuleran KBRI Islamabad, termasuk 100 orang diantaranya tinggal di Lahore. Kemudian ada 168 WNI lainnya berada di wilayah kekonsuleran KJRI Karachi.

Iqbal menuturkan pemerintah Indonesia mengecam keras serangan teror itu. Catatan dari otoritas setempat, anak-anak dan perempuan banyak yang ikut menjadi korban dalam ledakan itu.

’’Kami juga menyampaikan simpati dan duka yang mendalam untuk keluarga korban,’’ jelas dia.

Indonesia terus menegaskan dan mengkampanyekan bahwa aksi terorisme atau kekerasan dalam bentuk apapun tidak bisa ditoleransi. Atas kejadian ini pemerintah Indonesia mengingatkan pentingnya kerjasama antara komunitas internasional untuk menangkal aliran ekstrimisme dan radikalisme.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo ikut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa bom di Lahore.

’’Duka cita mendalam untuk korban, rakyat Pakistan,’’ ujar Jokowi dalam keterangan resminya melalui akun twitter pribadinya.

Jokowi menegaskan, Aksi teror bom di manapun dan dan atas nama apapun tidak bisa dibenarkan. Terlebih, aksi teror itu sampai merenggut nyawa puluhan warga sipil dan anak-anak. ’’Indonesia mengutuk keras serangan bom di Lahore,’’ tambahnya.

Sementara itu, pihak berwenang Pakistan terus memburu kelompok Jamaat-ul-Ahrar (militant Taliban). Pasalnya kelompok ini telah mengklaim menjadi dalam peledakan bom di Lahore. Kota Lahore sendiri adalah kampung halaman Perdana Menteri Pakistan Nawaz Syarif.

Pakistan adalah negara dengan penduduk mayoritas Islam. Meskipun begitu saat ini tercatat ada sekitar dua juta warganya memeluk agama Kristen. Bom yang meledak saat perayaan paskah itu, merupakan serangan paling mematikan sejak Desember 2014 lalu.

Seperti diketahui di penghujung 2014 terjadi aksi pembantaian terhadap 134 murid di sebuah sekolah di Peshawar, Pakistan. (wan/byu/jpgrup)

Baca Juga:
> Taliban Dalang Bom Pakistan, Pelaku Berusia 25-30 tahun
> Pakistan Diguncang Bom Bunuh Diri, Sudah 65 Tewas, 300 Terluka, Ini Videonya

Respon Anda?

komentar