Toko Tani Diluncurkan, Harga Beras Premium Dijual Rp 7.500 Per Kg

1109
Pesona Indonesia
Beras. Foto ilustrasi dok.JPNN
Beras. Foto ilustrasi dok.JPNN

batampos.co.id – Program Toko Tani Indonesia (TTI) diluncurkan di Pasar Gubah, Palembang, Sumsel, kemarin (28/3). Program ini dicanangkan Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang.

Yang me-launching yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman SH MHum didampingi Kepala PD Pasar Palembang Jaya serta perwakilan Kementerian Pertanian RI.

Saat ini, baru di wilayah Palembang yang ada pengembangan TTI. “Kami berharap nantinya se-Sumsel bisa punya Toko Tani ini,” ujar Mukti dalam launching TTI di Pasar Gubah Palembang, Senin (28/3).

Di Toko Tani, masyarakat dapat membeli beras kualitas premium hanya dengan harga Rp 7.500 per kilogram.

Keberadaan TTI diharapkan dapat membantu usaha pemerintah untuk menjaga kestabilan harga sembako, khususnya beras di pasaran.

Beras yang dijual ke pasaran dikoordinir Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) pada tiap sentra penghasil beras.

“Dengan ada Toko Tani, petani dan Gapoktan tidak perlu lagi menjual berasnya ke pihak swasta atau tengkulak,” kata Sekda Sumsel H Mukti Sulaiman. Jika itu berjalan, kemungkinan besar harga beras yang dibeli masyarakat selama ini bisa lebih murah.

“Secara tidak langsung keberadaan Toko Tani ini membantu petani terkait efisiensi penyaluran beras,” jelasnya. Dengan berkurangnya alur distribusi dari petani, jelas biaya operasionalnya berkurang.

“Akhirnya, beras yang dijual di pasaran bisa lebih murah dari sekarang,” tuturnya.

Di Palembang, ada 20 TTI telah dibuka di 10 pasar tradisional. Yakni Pasar Gubah, Palima, Cinde, Sekip Ujung, Bukit Kecil, Kebun Semai, Tangga Buntung, Soak Bato, Lemabang, dan Padang Selasa.

Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Dr Ir H Apriadi S Busro CES, menambahkan, pihaknya berperan sebagai penyalur untuk memasarkan beras para petani binaan Gapoktan yang harga jualnya Rp7.500 kilogram. Tahap awal disediakan 30 ton beras.

“Kami sudah sepakat, tidak ada yang akan menaikkan harga dan pedagang juga sudah untung dengan harga tersebut,” jelasnya. Ada kemasan khusus untuk beras Gapoktan tersebut. (JPG)

Respon Anda?

komentar