Anggota DPRD Kepri Siap Lakoni Tes Urine

716
Pesona Indonesia
Jumaga Nadeak.
Jumaga Nadeak.

batampos.co.id – Jajaran anggota legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau siap melakoni tes urine jika memang diperlukan. Hal ini jadi salah satu butir kesepakatan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri, beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi I, Sukhri Fahrial menuturkan nota tersebut merupakan bentuk keseriusan DPRD Kepri dan BNN dalam memberantas peredaran narkoba.

“Ini juga mempermudah jangkauan BNN dalam melaksanakan pengawasan di kawasan pemerintahan. Dan DPRD pun siap melangsungkan tes urine, jika memang diperlukan,” paparnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak menegaskan, nota kesepahaman itu diteken demi mendukung kinerja BNN dalam memberantas peradaran dan penyalahgunaan obat-obat terlarang. “Kalau memang kami harus dites, kenapa tidak,” kata Jumaga, kemarin.

Kinerja BNN selama ini, kata Jumaga, sudah sangat baik. DPRD Kepri juga akan mendukung segala kerja-kerja BNN memastikan Kepri bisa bebas dari narkoba. Tidak menutup kemungkinan pula termasuk untuk tes urine bagi jajaran anggota legislatif. “Soal waktunya kapan, nanti itu bisa diatur lagi,” ungkapnya.

Jumaga juga menyarankan, dalam penyampaian yang dilakukan pihak BNN Kepri di setiap ekspos tangkapan narkoba, agar BNN mengkomunikasikan dengan mengabarkan dampak narkoba yang beredar.

“Sebaiknya tidak menyebutkan berapa nilai narkoba yang ada di tangan mereka. Akan lebih bagus jika yang disampaikan itu dampaknya,” ujar Jumaga.

Jumaga memaparkan pernyataan yang biasa disebutkan seperti barang bukti berupa 2 kg narkoba senilai sekian miliar akan semakin mengundang rasa penasaran dan keinginan untuk mencoba. “Malah nanti banyak yang mencoba cari celah, karena nilai yang disebutkan,” lanjutnya.

Akan lebih baik, menurut Jumaga, jika BNN hanya mengabarkan dampaknya yang mampu merusak ratusan remaja atau puluhan keluarga atau bahkan merusak generasi ke depan. Jika hitungan narkoba dan prediksi jumlah korban mendekati kenyataan, Jumaga menilai bahkan akan lebih baik.

“Secara tak sadar akan menimbulkan kekhawatiran. Beda kalau yang disebutkan nilai uangnya. Dengan kondisi ekonomi masyarakat yang tidak terlalu baik, khawatir malah akan mengundang pemikiran ke arah sana,” tutur Jumaga lagi.

Jika ingin menekan jumlah pengedar maupun pengguna narkoba, Jumaga menilai tidak ada salahnya BNN mencoba dengan merubah pola pikir dan cara komunikasi dengan cara tersebut.

“Kasih tau sisi yang paling membahayakan itu menurut saya akan lebih efektif,” tutur Ketua DPRD yang sempat berprofesi sebagai pengacara aktif ini. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar