Banjir Melanda, Warga Daik Takut Buaya Masuk ke Pemukiman

1529
Pesona Indonesia
Diguyur hujan, perkarangan rumah warga Tanda terendam banjir, Selasa. foto: hasbi/batampos
Diguyur hujan, perkarangan rumah warga Tanda terendam banjir, Selasa. foto: hasbi/batampos

batampos.co.id – Curah hujan yang tinggi sejak 3 hari terakhir kerap membuat banjir di Daik, ibukota Kabupaten Lingga. Luapan air sungai dari hulu Gunung Daik pun merendam perkarangan rumah warga setinggi betis orang dewasa.

Pantauan di lapangan, kampung-kampung yang menjadi langganan banjir seperti Tanda Hulu, Tanda Hilir, Seranggung, Kampung Putus, Mentok, Gelam dan Kampung Bugis, Pasar Daik Kampung Cina dan Melukap. Meski banjir tidak berlangsung lama, namun hal ini juga membuat khawatir warga sebab banyaknya buaya muara di sungai-sungai. Warga khawatir, buaya masuk ke pemukiman.

“Tiap kali hujan deras, pasti banjir di Daik. Kita takut buaya masuk ke pemukiman. Apalagi kalau banjir begini, anak-anak banyak yang main air,” kata Atan, salah seorang warga, Selasa (29/3).

Titik-titik rawan banjir dan pemukiman warga yang berada di tepian Sungai Daik maupun Tanda ini membuat kekhawatiran. Bukan berlebihan, karena di sungai-sungai kini banyak dihuni hewan predator buaya. “Kalau dulu, 5 tahun lalu banjir jadi waktu bagi anak-anak bermain air. Kita orang tuapun tak khawatir. Tapi sekarang, banyak buaya inilah,” sambungnya.

Sementara di Kampung Gelam, luapan air sungai yang merendam perkarangan ditambah lagi pasang air laut membuat warga berjaga-jaga dan menghalau buaya. Warga menggunakan senapan, menembak buaya yang masuk kepemukiman. “Sering di sini buaya timbul. Sama warga ditembak saja, biar lari. Kalau tidak, unggas ayam dan itik warga dimakannya,” sambung warga lain.

Warga berharap, pemerintah segera mengaktifkan penangkaran buaya yang telah di bangun di Desa Panggak Laut. Agar buaya-buaya muara yang meresahkan warga ditangkap. Sebab, banjir sudah menjadi langganan. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar