Bayi Kembar Siam Lengket Lahir di Batam, Butuh Bantuan Biaya Operasi Pemisahan

1774
Pesona Indonesia
Bayi kembar siam lengket dari pasangan Junaidi (29) dan Warmin Bahrudin (32)  saat dirawat di inkubator Rumah Sakit Camatha Sahidya di Jalan Jenderal Ahmad Yani nomor 8, Mukakuning. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Bayi kembar siam lengket dari pasangan Junaidi (29) dan Warmin Bahrudin (32) saat dirawat di inkubator Rumah Sakit Camatha Sahidya di Jalan Jenderal Ahmad Yani nomor 8, Mukakuning. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Bayi kembar siam lengket dari pasangan Junaidi (29) dan Warmin Bahrudin (32) warga Perumahan Hawai Garden Tahap II, lahir di Rumah Sakit Camatha Sahidya, Panbil pada Selasa (29/3/2016) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kadua bayi yang berjenis kelamin perempuan tersebut hingga Rabu (30/3/2016) masih dirawat sdi inkubator Rumah Sakit Camatha Shadiya.

Bayi kebar siam itu terlahir melalui proses operasi caesar, dengan berat masing-masing 2 Kilogram.

Paman dari bayi kembar tersebut, Musa mengatakan kondisi kesehatan kedua bayi kembar siam lengket (bagian perut, red) saat lahiran bagus. Namun dokter di RS tersebut menyarankan segera di rujuk ke Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam.

Namun, pihak keluarga belum membawa bayi tersebut karena terbentur biaya yang diminta pihak RSAB. “Di Awal Bros ada satu slot di jalur umum, tapi mereka meminta DP dulu sebesar Rp 40 juta,” ujar Musa saat di temui batampos.co.id di RS Camatha Sahidya.

Sementara itu, Junaidi yang merupakan ayah dari bayi kembar siam itu mengatakan pihak keluarga sudah mengetahui bahwa bayi yang ada di dalam kandungan istrinya kembar siam sejak usia kandungan memasuki umur 7 bulan.

“Tapi kita tidak tau bagaimana penanganannya,” ujar Junaidi.

Ia berharap anaknya dapat menjalani operasi pemisahan dan tumbuh menjadi dua bayi kembar sehat, tanpa adanya kendala berarti.

Namun, katanya hal ini masih terhambat dengan minimnya dana untuk proses operasi yang cukup mahal. Oleh sebab itu pihaknya meminta uluran tangan para dermawan untuk dapat membantu meringankan beban guna membayar operasi pemisahan. (eggi)

Respon Anda?

komentar