Bentuk Koperasi Nelayan, LKPI Minta Pendampingan DKP Lingga

1140
Pesona Indonesia
Pertemuan LKPI, Koperasi Nelayan dengan DKP Kabupaten Lingga. foto:hasbi/batampos
Pertemuan LKPI, Koperasi Nelayan dengan DKP Kabupaten Lingga. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Lembaga Kelautan Perikanan Indonesia (LKPI) bersama warga pesisir Senayang gencar membentuk koperasi nelayan. Satu demi satu kelompok dirintis agar berbadan hukum yang memiliki legalitas sah. Untuk memperkuat keberadaan kelompok koperasi tersebut, baik pembinaan dan sasaran bantuan nanti, LKPI dan koperasi nelayan, memminta didampingi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga.

Aldoni, Direktur LKPI Kabupaten Lingga yang mendatangi kantor DKP di Daik, bersama ketua koperasi, kades Mensasak dan kades Pulau Duyung juga didampingi Ketua Himpunan Pengusaha Indonesia (Hipmi) Kabupaten Lingga, Rudy mengatakan sengaja mendatangi DPK agar koperasi lebih paham bagaimana mekanisme bantuan pemerintah.

“Ada dua poin yang membuat kita langsung ke DKP. Pertama agar koperasi mandiri masyarakat ini, paham soal bantuan. Syaratnya sekarang bantuan disalurkan kepada koperasi. Jadi bantuan nanti tepat sasaran sesuai kebutuhan kelompok koperasi. Yang kedua, pembentukan koperasi ini memancing desa-desa lain yang belum memiliki koperasi segera terbentuk,” ungkap Aldoni usai hearing bersama Kadis DKP Lingga, Abang Muzni, Selasa (29/3).

Selain itu, tambah Aldoni yang sering disapa Wakdon, koperasi yang ia bina tersebut juga akan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (disprindakop) untuk memberikan pembinaan kepada pengurus koperasi. Hal ini perlu, agar koperasi yang dibentuk memperoleh pengalaman dan mampu bergerak mandiri.

“Koperasi sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing. Seperti Desa Mamut yang terkenal sebagai penghasil terasi. Namun belum memiliki brand sendiri. Makanya perlu kerjasama dari dinas koperasi juga. Kita harapkan, pemerintah membantu usaha kita ini,” jelas Wak Don.

Ditempat yang sama, Zalman, Kades Pulau Duyung yang juga ikut mendampingi kelompok koperasi mengatakan sangat mendukung koperasi yang dibentuk. Selama 3 tahun terakhir telah ada kelompok mandiri. Namun, masih berskala kecil. Dari kelompok ini kemudian dibentuk menjadi koperasi.

“Pulau kita banyak potensi. Ini yang harus digarap. Kita juga sampaikan ke DKP agar hasil nelayan ini nanti bagaimana DKP bisa membantu mengakomodir seluruhnya tangkapan nelayan. Biasanya warga langsung jual ke Tanjupinang dan Batam. Harus ada satu pintu keluar hasil laut, agar daerah juga dapat mendata dan memperoleh keuntungan,” katanya.

Sedangkan Mansur, Kades Mensanak mengatakan potensi pariwisata desanya yang pada bulan Mei nanti akan menjadi tujuan wisata layar (Yatch), juga akan menjadi salah satu program koperasi. Letaknya yang geografis, di sebelah Desa Benan juga harus diolah dan memberikan manfaat bagi warga pesisirnya. Begitu juga hasil laut nelayan dan bantuan pemerintah agar dapat terserap dan lebih terarah dengan adanya koperasi.

Sementara Abang Muzni, Kadis DKP Lingga menyambut baik pembentukan koperasi nelayan dan didampingi LKPI Kabupaten Lingga. Ia mengharapkan kedepan, koperasi mampu berjalan dan lebih madiri mengelola sumber daya laut yang begitu banyak tersebut. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar