Bermodus Ganjal Lubang ATM dengan Korek Api, Delapan Pelaku Gasak Uang Ratusan Juta

2639
Pesona Indonesia
Para pelaku pencurian atau penguras ATM, masing-masing, Amroni (34), Eko Yusmarno (29), Humaidi Afriansyah (29), Bambang Irawan (32), Yopi (32), Verani (30), Yuana (30), dan Amir Syarifuddin (55). Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Para pelaku pencurian atau penguras ATM, masing-masing, Amroni (34), Eko Yusmarno (29), Humaidi Afriansyah (29), Bambang Irawan (32), Yopi (32), Verani (30), Yuana (30), dan Amir Syarifuddin (55). Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang berhasil menangkap 8 orang pelaku pencurian atau penguras ATM dengan modus mengganjal lubang mesin ATM dengan batang korek api.

Dari delapan orang pelaku tersebut, terdiri dari enam orang pria dan dua orang wanita. Dari delapan orang tersebut diantaranya Amroni (34), Eko Yusmarno (29), Humaidi Afriansyah (29), Bambang Irawan (32), Yopi (32), Verani (30), Yuana (30), dan Amir Syarifuddin (55).

Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari korban, pemeriksaan saksi, analisa CCTv dan analisa pola waktu kejadian, didapat bahwa pelaku ganjal kartu ATM memiliki pola waktu dan lokasi yang sama. Sehingga dilakukan pengintaian oleh Unit Buru Sergap Polresta Barelang,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Yoga Buanadipta Ilafi, Rabu (30/3).

Adapun modus yang digunakan pelaku untuk menguras isi dari tabungan korbannya yakni dengan cara memasukkan batang korek api ke dalam mesin ATM terlebih dahulu. Kemudian calon korban memasukkan ATM ke mesin ATM hingga akhirnya ATM korbannya terganjal.

Kemudian salah satu pelaku telah menyiapkan kartu ATM yang telah di modifikasinya terlebih dahulu. Sehingga si koban terkelabui dangan yang apa yang disampaikan pelaku bahwa ATM ini bisa ditarik, ternyata setelah ditarik pelaku kemudian menukarkannya dengan yang telah dimodifikasi dengan ditipiskan.

Kemudian korban kembali memasukkan kembali ke mesin ATM dengan kartu yang berbeda. Sedangkan kartu yang asli telah ditangan pelaku. Kemudian pelaku yang pura-pura menolong pergi, hingga membuat korban panik.

Kemudian korban didatangi pelaku lainnya yang berpura-pura ingin mengambil uang di belakang korban. Sehingga dia menghapal nomor PIN yang dimasukkan korban yang sedang panik.

“Hal ini dilakukan berulang-ulang dengan modus yang sama. Saat kita lakukan penangkapan, pelaku juga sedang mengincar korban lainnya. Dari kejahatan ini mereka sudah meraup ratusan juta,” jelas Yoga

Dari Laporan Polisi yang telah diterima oleh pihaknya, pelaku telah melakukan sejak januari. “Dari laporan polisi sejak januari. Namun, kita duga mereka telah melakukannya sejak tahun 2015 lalu,” lanjut Yoga.

Atas perbuatannya, Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan hukuman 9 tahun penjara. (eggi)

Respon Anda?

komentar