Bikin KTP Gratis, Tapi Ongkos ke Dabo yang Mahal

1141
Pesona Indonesia

e-ktpbatampos.co.id – Pengurusan KTP di Lingga masih terbilang sulit. Padahal pembuatannya sudah gratis. Jadi penyebabnya adalah letak geografis dan penempatan kantor dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di Dabo Singkep, sehingga menyulitkan warga pesisir khususnya Kecamatan Senayang. Mereka harus merogoh kocek dengan biaya tinggi untuk sampai ke Dabo.

Hal ini diakui, Are, ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Senayang. Sejak lama, KTP miliknya sudah tidak berlaku dan belum melakukan perpanjangan. Tetapi dia terkendala jarak dan biaya transportasi. Untuk sampai ke Dabo dari Senayang, paling sedikit harus merogoh kocek hingga Rp 1 Juta.

“Buat KTP memang gratis. Tapi ke Dabonya tidak,” ungkap ibu paruh baya ini, Selasa (29/3).

Jarak yang lumayan jauh, ditambah lagi ferry reguler yang tidak menyinggahi seluruh wilayah pesisir Lingga membuat warga pesisir harus menyewa pompong transportasi masyarakat untuk sampai ke tempat singgah ferry. Baru kemudian melanjutkan lagi perjalanan ke Dabo Singkep.

Hal ini juga dibenarkan H Kamariddin, Camat Senayang. Bagi warga yang perlu cepat mengurus KTP terpaksa harus menyelesaikan pengurusan secara perorangan ke Dabo. Beberapa waktu lalu, disampaikan Kamaruddin, disdukcapil melakukan pemutakhiran data dan mendatangi desa-desa yang baru dimekarkan. Namun hal tersebut hanya mengubah data alamat yang baru. Sementara pengurusan KTP baru, tetap dilakukan warga lainnya di Dabo Singkep.

“Kemarin hanya pemutakhiran data. Warga yang pindah kependudukan karena pemekaran desa. Selain itu belum ada. Kalau pengurusan, harus ke Dabo bagi warga yang mau cepat. Mau Rp 1 juta kalau carter (pompong) ditambah akomodasi dan penginapan,” terang Kamaruddin.

Di Lingga, kata Kamaruddin, akses memang masih sangat minim. Sehingga konektivitas terbatas. Meski masing-masing kecamatan disarankan memiliki mesin cetak KTP sendiri, hal tersebut belum berlaku di Kabupaten Lingga. Bahkan, warga Daik, ibukota kabupaten pun harus mengurus ke Dabo untuk membuat KTP. Dikatakannya, jika saja Disdukcapil tersebut ada di pusat pemerintahan yakni di Daik, yang menjadi titik pusat antara Dabo dan Senayang tentu pengurusan warga akan jauh lebih mudah. Ditambah lagi, diaktifkannya pelabuhan Sungai Tenam sebagai titik singgah fery reguler.

Hal ini, kata Kamaruddin juga sejalan dengan wacana pemekaran kecamatan Senayang. Ia berharap hal tersebut cepat teralisasi dan masing-masing warga pesisir kecamatan dapat dengan mudah mengurus kependudukan.

“Rencana pemekaran, Kecamatan Senayang Utara, wilayahnya Desa Benan, Tajur Biru, Mensanak dan sekitarnya. Sedangkan Kecamatan Senayang Barat wilayahnya Cempa, Rejai, Batu Belubang dan sekitarnya. Kecamatan induk Senayang, tetap jadi kecamatan sendiri,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar