Jadi Rebutan, Bayi Tiga Minggu Tewas Setelah Ditarik-tarik

1482
Pesona Indonesia
Siti Aisyah ibu dari  Zahra Anindita Shyaqila ditemani ayahnya saat melapor ke Polresta Barelang. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Siti Aisyah ibu dari Zahra Anindita Shyaqila ditemani ayahnya saat melapor ke Polresta Barelang. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Zahra Anindita Shyaqila bayi berusia tiga minggu tewas secara naas dengan kondisi sekujur tubuhnya penuh luka lebam di rumah sakit Graha Hermine, Batuaji, Rabu (30/3) pagi sekira pukul 07.00 WIB

Bayi perempuan pertama dari pasangan Ananda Iqbal dan Siti Aisyah warga Kavling Punggur itu, diduga korban penganiayaan dan kasus ini sudah dilaporkan ke Mapolresta Barelang.

Informasi yang diterima koran Batam Pos (grup batampos.co.id), sebelum meninggal, Zahra diketahui mendapat perlakuan kasar dari Ananda dan Sulastri nenek Zahra.

Tanggal 25 Maret lalu, saat Sulastri yang merupakan warga ruli kampung Harapan, RT02/RW03 keluharan Tanjunguncang, Batuaji, hendak menjemput sang cucu di tempat kediaman Ananda di kavling Punggur, namun keluarga Ananda tak terima dengan niat Sulastri itu. Sulastri merupakan ibu mertua dari Ananda. “Mereka (keluarga Ananda) tak mau bayi ini dibawa neneknya ke sini,” ujar Farida, adik Sulastri saat dijumpai di rumah kediaman Sulastri tempat jenazah bayi malang itu disemayamkan.

Penolakan dari keluarga Ananda itu, memicu terjadinya keributan antara keluarga Sulastri dan keluarga Ananda. Mereka saling rebutan sang bayi. Aksi tarik menarik bayi antara Ananda dan Sulastri tak terelakan.”Ananda ini emosian, dia sempat angkat anak ini dengan posisi kepala ke bawah, sambil ancam ku buang anak ini,” ujar Farida sambil meniru ucapan Ananda.

Aksi Ananda itu dicegat Sulastri yang mencoba memegang tangan dan kepala sang bayi yang masih dalam posisi diangkat terbalik kepala ke bawah. Aksi tarik-tarikan kembali terjadi dan berujung pada sakitnya sang bayi. “Anaknya menangis kesakitan dan Sulastri langsung bawa anak ini ke rumah sakit,” kata Farida lagi.

Selama dirawat di rumah sakit, kondisi kesehatan Zahra kian memburuk. Sekujur tubuhnya muncul luka lebam dan akhirnya meninggal kemarin pagi. “Selama dirawat, Ananda dan keluarganya tak satupun jenguk anak ini. Termasuk ibunya juga. Hanya neneknya saja yang urus di rumah sakit,” kata Farida.

Menurut Farida, aksi Sulastri yang ingin membawa sang bayi cukup beralasan. Sebab selama Siti anaknya hamil hingga melahirkan sang bayi, Sulastri dan Hasudungan Sihombing suaminya lah yang mengurus semua. “Suaminya tak pernah kasih nafkah sejak istrinya hamil,” kata Farida.

Zahra memang lahir di rumah Sulastri namun seminggu setelah melahirkan, keluarga Ananda menjemput sang bayi ke Punggur. Dan tanggal 25 Maret lalu, Sulastri hendak menjemput pulang sang bayi bersama Siti anaknya. Namun aksi Sulastri dihadang keluarga Ananda di sana. “Kakak saya (Sulastri) mau dikeroyok juga sama mereka (keluarga Ananda),” ujar Farida.

Kemarin pagi saat Zahra menghembuskan napas terakhirnya, keluarga Sulastri menyampaikan berita duka itu ke keluarga Ananda. Namun saat keluarga Ananda tiba di rumah Sulastri, keributan kembali pecah. Kedua belah pihak saling menyalahkan dan nyaris bentrok.

Namun beruntung warga bersama perangkat RT/RW setempat bisa melerai dan menyarankan mereka untuk melapor ke polisi jika ingin mengusut kematian sang bayi ataupun masalah keluarga mereka itu.

“Hampir berantem tadi mereka, makanya kami lerai dan menyuruh mereka untuk ke polisi,” ujar ketua RW 03 Yanuardi.

Yanuardi membenarkan jika kematian sang bayi diduga karena insiden perebutan antara Ananda dan mertuanya. “Informasinya memang begitu, tapi kalau pastinya nanti ke polisi saja,” ujar Yanuardi.

Sulastri diakui Yunardi memang warganya dan sudah lama tinggal di sana. Namun mengenai hubungan suami istri antara Siti dan Ananda, Yanuardi mengaku tak tahu.

“Karena mereka katanya tinggal di Punggur sama suaminya. Cuma memang selama Siti hamil dia sering di sini sama ibunya,” kata Yanuardi lagi.

Bayi malang itu sampai sore kemarin masih disemayamkan di rumah Sulastri dan dijaga oleh keluarga Sulastri dan keluarganya. Sementara, Sulastri dan suaminya serta keluarga dari Ananda tidak terlihat di rumah duka. Mereka kabarnya akan saling melapor ke Mapolresta Barelang. (eja)

Respon Anda?

komentar