Keluarga Ikhlas tapi Minta Diusut Tuntas

655
Pesona Indonesia
Upaya pemadaman api saat kerusuhan pecah di Rutan Malabero Bengkulu, Jumat (25/3) lalu. Foto: Dok/JPNN
Upaya pemadaman api saat kerusuhan pecah di Rutan Malabero Bengkulu, Jumat (25/3) lalu. Foto: Dok/JPNN

DUA dari lima jenazah korban tragedi pembakaran rumah tahanan negara (Rutan) Malabero sudah teridentifikasi. Masing-masing Agung Nugraha, 31, warga Kelurahan Kebun Roos dan Heru Biliantoro, 26, warga Kelurahan Kandang Kota Bengkulu, Senin (28/3).

Kedua jenazah sudah diserahkan tim DNA dan tim DVI kepada pihak keluarga. Kedatangan peti jenazah yang diangkut menggunakan mobil jenazah RS Bhayangkara disambut isak tangis keluarga korban.

Keluarga Heru dan Agung sejak pukul 07.00 WIB sudah menunggu kedatangan jenazah di Polres Bengkulu. Suasana duka masih menyelimuti keluarga ini. Kesedihan terlihat jelas dari wajah mereka dengan mata yang berkaca-kaca menahan air mata. Terutama Ibu kandung Agung, Martini dan istri Heru, Feni yang menangis. Bahkan, Ibu Agung, Martini sampai jatuh pingsan saat 2 mobil jenazah baru tiba di Polres Bengkulu.

Pukul 08.30 WIB acara penyerahan jenazah kepada pihak keluarga dimulai. Tampak hadir Kapolda Bengkulu Brigjend. Pol, Drs M.Ghufron MM, M.Si, Wakapolda Kombes. Pol, Adnas, Kapolres Bengkulu AKBP. Ardian Indra Nurinta S.IK, Kabid Dokkes AKBP. Andri dan Kepala Ruran Siti Mariam.

Diawali dengan penyerahan sertifikat jenazah korban, penandatanganan berita acara penyerahan jenazah dan pemberian santunan dari Kapolda dan dari Rutan yang diwakili oleh Kepala Rutan kepada pihak keluarga korban.

Setelah acara penyerahan jenazah selesai, Kapolda memberikan kesempatan kepada masing-masing pihak keluarga korban untuk menyampaikan apa yang mau disampaikan. Ibu Agung tidak kuasa menahan tangis sehingga diwakilkan oleh paman korban, Tario Masuji. Pada intinya, Tario mengatakan pihak keluarga sudah ikhlas.

“Saya mewakili keluarga dari Agung Nugraha menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada jajaran Polri khususnya tim DVI dan tim DNA yang mengidentifikasi keluarga kami. Meskipun sangat berat, namun kami ikhlas,” kata Tario sembari mengatakan korban yang masih berstatus lanjang tersebut akan dimakamkan di Sentot Alibasyah Kelurahan Bajak.

Sedangkan istri Heru, Feni tak mampu menyampaikan apa-apa. Dia hanya bisa duduk di kursi sambil terus menangis. Mertua korban, Mustar Efendi juga mengaku telah mengikhlaskan kepergian Heru. “Kita menerima dengan ikhlas, kita percaya inilah takdir yang harus kita terima meskipun berat. Walaupun meninggalnya terlalu sadis dan tidak wajar,” ujar Mustar.

Ada satu hal yang dipertanyakan Mustar karena dirinya menganggap ada kejanggalan dari kematian menantunya tersebut. “Kami pertanyakan kok korban (Heru) berada dalam sel narkoba kamar nomor 7 sedangkan menantu saya ini kasusnya bukan narkoba, tapi kasus penggelapan. Apakah memang korban sendiri yang minta dimasukkan ke dalam sel narkoba?,” ujar Mustar yang mengatakan bahwa Heru baru 4 hari berada di Rutan.

Mustar juga mendapat informasi kalau hanya ruangan kamar nomor 7 yang ditempati Heru yang masih terkunci. “Menurut informasi saat itu ruang tahanan yang ditempati Heru memang tidak dibuka. Tapi persoalan ini kita serahkan kepada pihak kepolisian. Harapan kami hal yang demikian itu mohon diusut sampai tuntas,” ujar Mustar sembari mengatakan bahwa korban meninggalkan istri dan 1 orang anak yang masih kecil.

Istri korban, Feni menjelaskan kepada RB (Jawa Pos Group) dengan terisak-isak bahwa sehari sebelum kejadian korban sempat menghubungi dirinya minta diantarkan banyak baju dan sarung bantal untuk tidur.

“Dia cuma pesan minta bawa baju banyak-banyak, minta bawain sarung kasur dan sarung bantal. Saya nggak ada firasat sama sekali. Dia pun tidak ada ngomong apa-apa. Dia suami yang baik bagi saya dan ayah yang baik untuk anaknya. Orangnya ramah, penyayang dan humoris,” kata Feni.

Setelah diterima keluarga korban, jenazah Heru langsung diberangkatkan menuju Manna untuk dimakamkan di sana.

Kapolda Bengkulu Brigjend. Pol, Drs, M.Ghufron MM, M.Si mengatakan atas nama pribadi dan Polri mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya almarhum Heru dan Agung.

“Masih ada 2 jenazah lagi yang belum teridentifikasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat tim DVI dengan cepat menentukan 2 jenazah yang masih di rumah sakit. Sekali lagi kami ucapkan duka yang mendalam. Semoga almarhum mendapat ampunan,” ujar Ghufron.(JPG)

Respon Anda?

komentar