Mantan Dubes dan KASAL Calon Kuat Kepala BP Batam

6055
Pesona Indonesia
Mantan KASAL Marsetio dan Mantan Dubes Norwegia Hatanto. Foto: istimewa
Mantan KASAL Marsetio dan Mantan Dubes Norwegia Hatanto. Foto: istimewa

batampos.co.id – Setelah dua kali ditunda, Dewan Kawasan (DK) Batam kembali menjadwalkan rapat penetapan nama-nama unsur pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam hari ini, Rabu (30/3/2016). Sejumlah nama calon kuat Kepala BP Batam mulai bermunculan.

Hasil penelusuran koran Batam Pos (grup batampos.co.id), sedikitnya ada tujuh figur yang disebut-sebut bakal memimpin BP Batam. Tiga diantaranya merupakan mantan duta besar (dubes).

Masing-masing adalah Hatanto Reksodipoetro (mantan Dubes RI untuk Norwegia),  R. Widodo dan Iman Pambagyo yang sama-sama pernah menjadi Dubes Indonesia untuk World Trade Organization (WTO).

Selain tiga mantan dubes itu, mantan KASAL TNI Marsetio dan Staf Ahli Kemenko Perekonomian Purba Robert Sianipar juga disebut-sebut memiliki peluang untuk menjadi kepala BP Batam.

Sementara tokoh lokal, nama mantan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan mantan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo juga turut meramaikan bursa pimpinan BP Batam.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemaritiman Kemenko Perekonomian, Purba Robert Sianipar, memastikan rapat DK Batam dengan agenda penetapan nama-nama pimpinan BP Batam akan digelar hari ini di Jakarta.

“Kebetulan jadwal menteri sudah disesuaikan,” kata Robert.

Robert juga membenarkan jika calon kuat pimpinan BP Batam merupakan mantan dubes. Namun dia enggan menyebutkan nama.

“Kalau nama saya tidak bisa beritahu. Tetapi bisa jadi pernah dubes atau dubes di WTO,” kata Robert memberi bocoran.

Robert mengatakan bahwa pemilihan pimpinan BP Batam ini didasarkan kepada ketentuan yang diatur dalam Keppres nomor 8 tahun 2016 tentang DK Batam. Di mana untuk menjadi pimpinan BP Batam yakni harus memiliki integritas dan kemampuan manajerial, harus mempunyai pengalaman pada bidang birokrasi, bisnis atau hubungan internasional.

Untuk diketahui, Hatanto pernah menjadi Dubes RI di Oslo, Norwegia tahun 2002. Dia aktif memimpin Delegasi RI ke berbagai perundingan, baik bilateral, regional (APEC, ASEAN) maupun multilateral (WTO) di berbagai negara di luar negeri, untuk membawakan posisi dan kepentingan Pemerintah RI.

Kemudian ia pernah menjabat Sekjen Departemen Perdagangan di Kementerian Perdagangan di era Mari Elka Pangestu atau periode 2004-2009. Tetapi kemudian dia mengundurkan diri pada 2008.

Sementara Iman Sumbagyo, pernah menjabat Dubes RI untuk WTO di tahun 2014 lalu. Ia juga pernah menjabat Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag). Sementara R Widodo juga pernah menjabat Dubes RI untuk WTO.

“Kalau nama-namanya secara resmi biar sajalah diumumkan oleh pak Menko. Tunggu saja,” katanya.

Onward Siahaan, anggota DPRD Kepri juga wakil ketua Pansus Pengembangan Kota Batam, juga mengakui bahwa nama Hatanto menguat. Selain itu Marsetio, mantan KSAL juga digadang-gadang bakal terpilih menjadi salah satu pimpinan BP Batam. Di mana Marsetio dikabarkan menjadi sosok yang diusulkan Gubernur Kepri HM Sani menjadi pimpinan BP Batam.

Kata Onward, informasi dari internal Kemenko Perekonomian menyampaikan petunjuk yang menjadi kepala BP Batam. “Memang belum ada disebut nama. Tetapi katanya mantan dubes dan juga aktif sebagai delegasi di WTO. Juga pernah di Kemendag,” katanya.

“Hatanto itu sudah punya track record yang jelas. Hubungan internasional tak usah diragukan. Dialah yang paling berpotensi di sana,” katanya.

Sementara untuk jabatan wakil kepala, ia berharap Marsetio bisa mendudukinya. Di mana posisi Kepri atau Batam pada khususnya yang berada di perairan patut memiliki pemimpin yang paham akan maritim dan perairan di Batam.

“Kalau saya memprediksi Hatanto dan Marsetio sudah tepat. Dan saya dengar mereka memang calon kuat. tetapi saya dengar yang diusulkan daerah ada yang masuk jadi pimpinan BP Batam,” katanya.

Sementara itu Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk mengatakan pimpinan BP Batam harus terbebas dari kepentingan politik. Harus punya rekam jejak yang bagus. Pekerja keras dan harus mampu menjalin hubungan yang bagus dengan pengusaha.

“Pimpinan BP Batam juga harus yang punya network internasional dalam bidang bisnis,” katanya.

Ia berharap pusat bisa objektif melihat sejumlah calon yang sudah masuk dan yang sudah diusulkan oleh para anggota DK. Di mana bulan lalu, ada sekitar 11 nama yang diusulkan dan masuk menjadi pimpinan BP Batam. (ian/bp)

Baca Juga:
> Penetapan Pimpinan Baru BP Batam Ditunda
> Hari Ini BP Batam Punya Pimpinan Baru
> Soerya: Kalau Ditugaskan (di BP Batam), Ya Terima, Itu Pengabdian
> Siap-Siap Pindah ke Zona KEK, 5 Tahun Lagi FTZ Batam Dihapus
> 1.084 Perusahaan di Batam Berada di Area Pemukiman
> Ini Gambaran Properti di Zona KEK Batam
> Batam Jadi KEK, WNA Boleh Milik Properti
> Salah Satu Calon Pimpinan BP Batam Berpangkat Jenderal
> FTZ Beralih ke KEK, Kapolri: Jangan Sebar Isu yang Membuat Investor Takut
> Ini Model Kawasan Ekonomi Khusus Batam
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Respon Anda?

komentar