Suku Bunga KPR Turun Tak Jamin Properti Batam Tumbuh

1279
Pesona Indonesia
Djaja Roeslim selaku ketua REI. Foto: Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos
Djaja Roeslim selaku ketua REI. Foto: Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pemangkasan suku bunga acuan (BI Rate) hingga level 6,75 persen sehingga menurunkan suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) hingga 0,25-0,50 persen dianggap tidak akan memengaruhi pertumbuhan pasar properti di Batam.

“Suku bunga KPR Indonesia rata-rata di angka 10 persen masih terlalu tinggi untuk kategori Asia Tenggara,” ujar Ketua Real Estate Indonesia (REI) Batam, Djaja Roeslim, Selasa (29/3/2016).

Djaja mengambil contoh di Malaysia, rata-rata suku bunga di sana sekitar 4,5 persen dan di Singapura, angkanya mencapai 5,3 persen.

“Penurunan suku bunga sudah bagus apalagi jika tetap stabil ke depannya, namun tidak akan terlalu banyak mempengaruhi penjualan properti di Batam,” ungkapnya lagi.

Langkah bagus yang harus diterapkan pemerintah untuk menggenjot pasar properti di Indonesia adalah dengan mengurangi angka Loan to Value (LTV) untuk KPR. Peraturan ini berbunyi ketika membeli rumah pertama, pemberian kredit maksimal adalah 80 persen dari harga rumah. Artinya, nasabah harus menyiapkan uang muka atau Down Payment (DP) minimal 20 persen.

“Kalau LTV yang diturunkan, maka pertumbuhan pasar properti dijamin akan meningkat,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Staf Khusus Wakil Presiden bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto Samirin, mengatakan penurunan suku bunga kredit perbankan, khususnya bank BUMN yang sejak awal tahun turun sekitar 0,25-0,50 persen, merupakan respons atas penurunan BI Rate dan rendahnya inflasi.

“Apalagi, BI mengirim sinyal bahwa masih ada ruang bagi BI rate untuk turun lagi dalam waktu dekat,” katanya.

Dari empat bank pelat merah, dua di antaranya sudah merilis data penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK), yakni Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Tabungan Negara (BTN). Adapun manajemen Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga sudah menyatakan komitmen penurunan suku bunga.

Misalnya, data SBDK BNI per Maret 2016 adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 10,50 persen (turun 0,50 persen), kredit Korporasi sebesar 10,50 persen (turun 0,25 persen dibanding Januari), Kredit Ritel sebesar 11,50 persen (turun 0,25 persen), dan Kredit Konsumsi non KPR tetap 12,50 persen.

Sementara itu BTN mematok SBDK per Maret sebesar 11,25 persen untuk Kredit Korporasi (turun 0,25 persen dibanding Januari), 12,00 persen untuk Kredit Ritel (turun 0,25 persen), KPR 10,75 persen (turun 0,25 persen), dan Kredit Konsumsi non KPR 11,75 persen atau turun 0,25 persen. (leo/bp)

Respon Anda?

komentar