Tingkat Kecurangan Unas di Natuna Tinggi, Diknas Tidak Pasang Target 100 Persen Kelulusan

561
Pesona Indonesia
Suasana Ujian Nasional di salah satu sekolah tahun lalu. Foto: istimewa
Suasana Ujian Nasional di salah satu sekolah tahun lalu. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kecurangan dalam ujian nasional di Natuna sudah tidak rahasia umum lagi, bahkan Natuna menempati posisi paling tinggi tingkat kecurangannya di Kepri.

Tingginya tingkat kecurangan hasil unas di Natuna dibenarkan anggota DPRD Natuna yang tidak bersedia namanya disebutkan. Menurutnya, tingginya angka kecurangan merupakan hasil survei lembaga pemerintah dan pengakuan siswa, adanya pembiaran contek-mencontek saat ujian.

“Hasil ujian nasional, siswa yang berprestasi bisa tidak lulus, malah sebaliknya,” ungkap anggota DPRD Natuna yang tidak bersedia namanya diberitakan.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemkab Natuna Sudirman membenarkan, potensi kecurangan dalam ujian nasional di Natuna cukup tinggi.

“Tapi tahun ini kami pasang badan, apapun hasilnya itulah kualitas pendidikan, apalagi pendidikan menengah akan dialikan di provinsi,” kata Sudiman, Selasa (29/3).

Menurut Sudirman, ujian nasional tahun 2016 tidak ada target kelulusan 100 persen. Untuk persiapan, siswa sudah enam bulan sebelum unas bulan April mendatang, rutin tryout sebagai gambaran unas.

Untuk soal unas, katanya, sudah diterima dinas pendidikan. Namun dititipkan di Polres Natuna untuk wilayah Kecamatan Bunguran, sementara di polsek-polsek dan pos polisi untuk wilayah kecamatan jauh.

Pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA sederajat tahun 2016 ini, kata Sudirman, jumlah pesertanya 1.112 siswa. Ujian dilaksanakan mulai 4 April hingga 7 April khusus SMK.

Untuk menjaga kecurangan, kata Sudirman, sudah menyiapkan tim monitoring, terdiri dari pengawas sekolah dan pegawai dinas pendidikan mengawasi pelaksanaan ujian nasional.

“Kalau ada ditemukan sekolah curang, siap-siap kepala sekolahnya diberikan sanksi, kalau kecurangannya berat bisa dipecat dari jabatan, atau di laporkan ke polisi kalau membocorkan dokumen negara (soal unas, red). (arn/bpos)

Respon Anda?

komentar