Yahoo Lakukan Efisiensi Karyawan Sebelum Dijual

723
Pesona Indonesia
Foto: istimewa
Foto: istimewa

batampos.co.id – Sebelum diumumkan akan dijual senilai USD 10 miliar (Rp 133 triliun), perusahaan ini lebih awal melakukan efiensi.

Santer diberitakan Yahoo telah merumahkan 10 persen dari total karyawannya atau sekita 1000 orang, seperti diberitakan Business Insider, Jumat (8/1/2016). Efisiensi karyawan dilakukan di semua lini atau divisi.

CEO Yahoo, Marissa Mayer mengungkapkan divisi seperti bisnis media Yahoo di Eropa dan grup teknologi platform banyak terkena dampaknya.

Performa bisnis Yahoo sendiri beberapa tahun belakangan ini memang tidak seperti yang diharapkan. Mereka terpuruk bila dibandingkan dengan perusahaan rakasasa internet lainnya seperti Google dan Amazon. Salah satu penyebabnya adalah, Yahoo dinilai telat mengembangkan ekosistem mobile.

Di bawah kepemimpinan Mayer, Yahoo memang kurang memiliki progress yang signifikan. Bahkan tidak ada terobosan yang prestisius dibanding perusahaan internet lain.

Menurut para analis Morgan Stanley, jumlah karyawan Yahoo terhitung terlalu besar bila dibandingkan dengan jumlah pendapatan yang mereka raih.

Bila dikomparasi dengan perusahaan teknologi lainnya, Yahoo memiliki karyawan 1,4 kali lebih banyak dibanding Facebook dan 2,8 kali lebih banyak dibanding AOL.

Tak hanya 10 persen karyawan yang kena efisiensi, pada perkembangannya Yahoo malah menambah menjadi 15 persen. Ubergizmo, Rabu (3/2/2016) silam menyebutkan, Yahoo lagi-lagi melakukan efisiensi demi menstabilkan kinerja perusahaannya yang tengah melambat. Setidaknya ada 1.700 karyawan dan 5 kantor bakal ditutup.

Lima kantor yang dipertimbangkan akan ditutup adalah kantor Yahoo di Dubai, Mexico City, Buenos Aires, Madrid, dan Milan. Penutupan ini adalah bagian dari target pengurangan biaya operasional hingga USD 400 juta sampai tahun depan.

Tahun lalu, Yahoo memutuskan menutup kantornya di China. Langkah efisiensi ini mengikuti kebijakan serupa di Indonesia dan Vietnam yang sudah lebih dulu ditutup kantornya pada 2014.

Untuk di Indonesia, produk dan layanan Yahoo memang tetap bisa dinikmati di sini. Hanya saja, segala aktivitas Yahoo di Indonesia dipantau dan dikendalikan oleh kantor Yahoo di Singapura.

CEO Yahoo Marissa Mayer mencoba segala cara untuk menstabilkan kondisi perusahaan. Rencana strategis Yahoo yang paling agresif di 2016 adalah fokus pada divisi mobile.

Namun rencana itu sepertinya menunggu investor baru yang mau membeli Yahoo. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar