Asumsi Pendapatan Daerah Anambas Terjun Bebas

516
Pesona Indonesia
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris saat membuka acara musrenbang tingkat kabupaten di gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa, Senin lalu. foto:syahid/batampos
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris saat membuka acara musrenbang tingkat kabupaten di gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa, Senin lalu. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Musrenbang Kabupaten Anambas sudah dilaksanakan dan sudah ditutup pada Selasa (29/3). Dari sinilah diketahui semua rincian kegiatan dan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk menopang masing-masing kegiatan sehingga diketahui total anggaran yang dibutuhkan dalam satu tahun.

Dari hasil asumsi sementara, besaran pendapatan daerah Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2017 adalah sebesar Rp 535.949.503.093 yang ditambah dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp147.794.659.080. “Jika ditotal-total dengan DAK jumlahnya kurang lebih menjadi Rp 683,74
milliar,” ungkap Kepala Dinas Pendapatan Daerah kabupaten Kepulauan Anambas Zulfahmi kepada wartawan.

Diakuinya jika dibandingkan dengan APBD tahun-tahun sebelumnya maka asumsi pendapatan daerah pada tahun 2017 nanti menjadi yang terkecil selama beberapa tahun terakhir ini. Bahkan tidak sampai separuh dari asumsi pendapatan daerah pada tahun 2013 lalu yang mencapai Rp 1,339
triliun.

Kata Zulfahmi, banyak faktor yang membuat asumsi pendapatan daerah menurun drastis, seperti asumsi pendapatan dana perimbangan dari pemerintah pusat khususnya Dana bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam Bukan Migas yang awalnya mencapai Rp 450 miliar kemudian turun terus
hingga Rp 7,6 miliar.

“Asumsi pendapatan dari DBH SDA Bukan Migas untuk tahun 2017 juga kita samakan dengan tahun ini yakni sebesar Rp 7,6 miliar karena belum ada Perpresnya,” ungkap zulfahmi.

Demikian juga asumsi pendapatan dari sektor lainnya, dirinya juga masih menggunakan asumsi tahun 2016 ini. Seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD). Asumsi PAD tahun 2017 yakni sebesar Rp 22.450.750. Rendahnya PAD Anambas dikuinya lantaran ada sejumlah potensi-potensi
yang dapat mendatangkan PAD yang seharusnya bisa diambil pada tahun 2016 ini namun kenyataannya belum bisa.

“Sebenarnya beroperasinya resort yang ada di Pulau Bawah itu awalnya sudah menjadi perhitungan bagi penambahan PAD. Namun hingga kini belum bisa, jadi PAD masih belum bisa dimaksimalkan,” jelasnya mengakhiri. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar