Berbincang dengan Wali Kota Batam Rudi: Kami Mau Berlari Cepat

1764
Pesona Indonesia
Wali Kota Batam, Rudi Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Wali Kota Batam, Rudi
Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Rudi-Amsakar, baru dua pekan menahkodai Pemerintah Kota Batam. Di pundak keduanya, masyarakat Batam menaruh harapan besar untuk kemajuan Kota Batam. Lalu apa saja yang akan mereka lakukan untuk memenuhi harapan masyarakat itu? General Manager Posmetreo Batam (grup batampos.co.id) mewawancarai keduanya. Berikut petikannya:

Sudah dua minggu Anda jadi wali kota. Bagaimana rasanya?

Biasa-biasa saja. Saat jadi wakil walikota pun, saya kan sering turun ke lapangan menyelesaikan masalah. Bedanya, kalau dulu harus melapor kepada number one. Kalau sekarang bisa langsung putuskan. Bedanya itu saja.

Kalau bicara pun tidak sungkan seperti dulu. Mesti mikir dulu, ini wewenang saya atau tidak. Kepada pak wakil wali kota pun saya beri wewenang, toh kalau ada masalah kita tanggung bersama. Dia bisa memutuskan. Kalau dia ke lapangan tidak dikasih wewenang, jadi bingung. (Rudi melirik Amsakar yang duduk di sebelahnya).

Apa Anda saat jadi wakil merasa seperti itu?

Oh ya, pasti.

Itu yang ingin Anda perbaiki dengan pak Amsakar?

Bukan diperbaiki. Pengalaman saya,  kalau disuruh ke lapangan tak dikasih wewenang, hak diskresinya harus ada. Apapun keputusannya kita bahas di kantor.

Lima tahun ke depan, seperti apa Anda membayangkan Batam?

Batam jadi kota metropolitan. Tak usahlah seperti Singapura, seperti Johor saja sudah hebat. Baik jalan dan bangunannya. Ekonomi otomatis berjalan. KEK di Johor baru tujuh tahun. Lihat jalannya mulus. Jalan layangnya juga bagus. Penataan kotanya rapi.

Fokus Anda 30 persen pembangunan infrastruktur?

Iya.  Jalan-jalan ini akan lebih lebar, tembus ke bundaran Madani.

Salah satu visi misi Anda adalah soal revitalisasi infrastruktur dan kanal banjir terintegrasi. Bisa dijelaskan?

Batam sebagian banjir. Tidak ada jalan lain, harus ada drainase dan kanal besar yang menampung air. Ini yang sulit karena tanahnya sudah habis. Saya minta tata kota mendesain dan kita cari solusi. Kanal kan tidak boleh berkelok-kelok, nah kalau kena rumah orang bagaimana. Mau ganti rugi, kalau menyalahi kami dipidana.

Anda tidak minta developer bertanggungjawab soal drainase penyebab banjir?

Prinsip saya tidak akan melihat masalah ke belakang,  banyak yang tersandung dan teriak. Saya mau buka anggaran secara online saja, banyak yang teriak. Tapi tidak ada pilihan lain. Harus jalan. Saya bilang ke SKPD, susun anggaran yang betul, jangan lagi salah-salah. Kalau salah, bisa menyalahkan diri sendiri atau memang sengaja dibikin salah.  Itupun banyak yang hantam saya di belakang. Di depan saya, tak beranilah, ha..ha..ha. Biar saja.

Setelah Anda menata Nagoya, jalannya diperlebar, apa lagi yang akan dilakukan?

Insya Allah, kalau masyarakat mendukung apa yang kita lakukan, Batam bisa lebih baik. Kita akan menata seluruh Batam. Tapi perlu waktu 10-15 tahun. Seluruh jalan harus dilebarkan. Kita sudah mulai dari Jodoh dan Nagoya. Seluruh ruas jalan akan dilebarkan. Penataan taman belum. Lampu masih setengah-setengah. Pohon juga belum.

Tahun ini kita lanjut lagi dari Harmoni One ke Masjid Alfalah, terus dari BNI ke Ocarina. Jalan akan dilebarkan sampai batas akhir tanah milik negara. Tak ada uang, kita sambung tahun depan, sampai seluruh Batam. Tahun 2017 kita lebarkan dari kantor Pemko sampai ke Duta Mas. Jalan bisa sampai lima enam lajur.

Selama ini, setelah tanam pohon tak dirawat dan disiram dan akhirnya mati. Pernah dicanangkan Batam Green City, tapi tak jalan. Menurut Anda?

Anggaran taman itu besar. Kita cari pohon yang tahan sehingga biaya perawatannya tidak besar. Yang perlu kita dudukkan, saat bangun jalan ada instansi lain yang menggunakan jalan untuk kabel dan pipa seperti telkom, listrik dan pipa gas. Saya sudah undang mereka, selesaikan cepat agar kami bisa menatanya. Kalau flyover selesai, kita akan tata tamannya. Hari libur warga Batam bisa main disana.

Apakah Anda sudah punya dream team dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ?

Kepala Dinas PU saya tahan banting dan timnya sudah jalan. Ini sebuah kekuatan. Tinggal Dinas Tata Kota yang harus kita cari agar bisa menata kota ini lebih baik. Ini PR kami berdua.

Apa kriteria Kepala Dinas yang Anda cari?

Kalau kami larinya 120 km/jam, dia tidak boleh 130 km/jam. Dia 110 km/jam saja. Tapi tidak boleh dibawah 70 atau 60. Selagi itu sesuai aturan, ikuti kami. Jadi, tidak ada lagi alasan sibuklah, itulah. Karena, saya berdua Pak Amsakar juga sibuk.  Keluar pagi, pulang magrib. Keluar malam, pulang tengah malam. Karena kami dipercaya rakyat, ya kami laksanakan. Kalau kami yang diatas begitu masa yang dibawah malas-malasan, ya nggak bolehlah.

Apakah sulit memilih orang-orang yang kapable sesuai kriteria Anda?

Sulit-sulit susah, bukan susah-susah gampang ha..ha..ha. Tapi saya yakin bisa. Karena di Pemko ini banyak yang pintar. Yang muda-muda banyak yang pintar, hanya golongannya belum cukup. Tidak menutup kemungkinan kita naikkan saja dia. Saya dan pak Amsakar berani.

Jadi, penilaiannya kinerja?

Iya. Saya tawarkan ke Camat. Pengelolaan sampah, penertiban jalan di kecamatan di bawah Camat. Kecamatan yang paling bersih, menertibkan kaki lima, tak ada pungutan liar KTP dan KK, kita naikkan Camat itu jadi eselon II. Saya dan pak Amsakar yang akan mengetesnya. Saya sudah lima tahun disini dan saya sudah tahu kelakuan mereka.

Anda impikan Batam jadi kota metropolis, apa program 100 hari Anda?

Undang-undang mengatur, selama enam bulan tidak boleh ada pergeseran. Sejak kami dilantik, saya sudah katakana, ikuti irama kami berdua. Saya tidak akan melihat Anda pilih siapa. Kami ingin, ada perubahan yang signifikan selama kami memimpin Batam. Kalau tidak, percuma saja dipilih rakyat kerjanya hanya duduk-duduk saja.

Ada yang menilai, kinerja pegawai Pemko Batam menurun karena asuransi yang tidak cair, gaji honorer terlambat. Bagaimana Anda mendorong pegawai Anda bekerja keras?

Asuransi ini bukan uang gaji pegawai yang dipotong. Ini tambahan asuransi bagi pegawai. Lalu, ada masalah sehingga dihentikan oleh wali kota saat itu. Karena kita hentikan di tengah jalan, aturan asuransi kan kita sudah tahu, dan kita tuntut seperti yang kita mau dan tidak bisa terima full, maka diajukan ke pengadilan.

Meski putusan sudah keluar, tapi kan dananya tidak cukup dan harus dibicarakan dulu dengan pegawai. Saya tegaskan, tidak ada satu rupiah pun akan saya kurangi. Kita transparan saja. Pegawai juga harus maklum. Ini kebijakan pak Dahlan dan Pak Ria dulu yang berbaik hati mengasuransikan pegawai.

Data yang kami peroleh, hampir 90 persen pegawai Pemko Batam menggadaikan SK ke bank untuk beli rumah, mobil sehingga cash flow terganggu dan gaji yang diterima kecil. Ini jadi alasan mereka melakukan pungli. Menurut Anda?

Nah, itu dia. Kami selektif soal dana perjalanan dinas. Dana inilah yang dihemat sehingga bisa untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai dalam bentuk tunjangan. Kita akan sampaikan ke bank, jangan terima gadai SK lagi. Berapa sih gaji pegawai? Yang sudah terlanjur ya sudahlah.

Kita mengerem perjalanan dinas, kesejahteraan pegawai kita tingkatkan. Kalau masih pungli juga, hari itu juga kami geser. Kalau perlu, tengah malam saya lantik yang baru. Ini untuk menjaga Batam sebagai kota yang good and clean governance. Saya yakin bisa. Pegawai akan saya sejahterakan dan akan saya bersihkan sehingga pelayanan  masyarakat terjamin.

Kalau pegawai Pemko bersih, membangun ekonomi itu gampang. Pengusaha batam tak perlu dibantu cari uang. Dia pandai cari sendiri. Yang penting, permudah izin kami, jangan ganggu kami kalau kami tidak salah. Tujuan saya dan pak wakil, bagaimana membangun ekonomi sehingga jalan kita perbaiki. Pasar induk akan kami bersihkan sehingga imej Jodoh kawasan preman bisa hilang.

Memperbaiki yang ada lebih sulit dari membangun, seperti pasar Induk dan Jodoh Boulevard. Saat ini ekonomi juga lagi sulit. Bagaimana Anda menghadapinya?

Saya dan pak Amsakar hobi tantangan.

Kan tidak hanya pasar induk, pasar tradisional di Nongsa, Mukakuning dan terminal juga terlantar?

Kita benahi satu persatu.

Pasar induk mau diapakan?

Semua pedagang  pedagang di Toss 3000 dan Jodoh Boulevard semua dipindahkan ke sana. Tanpa kecuali. Bangunan yang tak layak kita benahi dan kita cari investor lain dengan sistim kemitraan dan tidak pakai dana APBD. Tugas kita memindahkan semua pedagang. Jalan di depan pasar induk diaspal lagi. Bagi kami, infrastruktur itu nomor satu.

Warga Batam biasa makan beras impor. Kini, impor beras dilarang sehingga harga beras naik 30 persen. Warga Batam jadi susah. Bagaimana menurut Anda?

Tol laut akan mengarah ke Batam dan kapal akan disiapkan. Kalau kapal siap, biayanya kan akan turun. Kita tak pungkiri, saat ini terlalu banyak pintu masuk ke Batam. Pak Gubernur sudah minta agar kran impor dibuka untuk mengatasi masalah ini.

Wali Kota itu mengurus warga dari lahir sampai meninggal. Nah, lahan kan masih dikuasai BP Batam. Bagaimana sebaiknya hubungan Pemko dan BP Batam sehingga lahan tidak perlu sewa, lahan untuk sekolah tersedia?

Ha..ha..ha. Kayaknya menyindir saya nih. Begini. Baik Pemko Batam dan BP Batam kan tujuannya bagaimana warga Batam sejahtera. Buka hati masing-masing. Saya dan pak Amsakar harus selesaikan soal rumah potong hewan ini karena bagi warga Muslim, cara memotongnya dan kebersihannya itu penting.

Saya sudah ketemu pak Mustafa Wijaya soal penyerahan pasar induk dan masjid Agung dan tinggal kita dudukkan dan kita tata bersama.  Janganlah untuk negara kami sewa lagi. Tujuan Pemko Batam dan BP Batam kan sama. Untuk kesejahteraan rakyat.  Kalau Batam bersih dan rapi, orang akan datang ke Batam sehingga ekonomi akan hidup. Tamu-tamu hotel bertambah.

Apa yang akan Anda lakukan tentu bakal ada pro kontra seperti menata pedagang kaki lima. Bagaimana mengatasi?

Saya ajak berteman. Kita akan berhubungan seperti bapak dan anak dan kita dudukkan. Kalau tidak bisa, baru kita gunakan wewenang kita. Ini semua demi kepentingan masyarakat lebih banyak.

Saya pernah baca buku Pak Harto, kalau mengambil keputusan, ambil untuk kepentingan orang yang lebih banyak.  Kalau lebih separo yang setuju, kita laksanakan. Tapi kalau lebih separoh menolak yang kita tawarkan, berarti ada yang tidak sehati dengan dia. Jalan terakhir, kami akan gunakan wewenang kami. Biasanya, awalnya ribut. Contohnya kawasan Nagoya. Saat pohon dipotong, bisingnya luar biasa dan semua SMS saya. Tapi sekarang kan jadi bagus.

Harga sembako tidak stabil dan naik turun.  Apa langkah Pemko Batam?

(Yang menjawab Wakil Wali Kota Batam). Harga di Batam tingkat fluktuasinya tinggi. Kita sangat tergantung pada daerah lain terutama Sumut, Sumbar dan Jawa.  Perubahan cuaca disana akan sangat berpengaruh ke Batam. Larangan kapal Sinabung harga langsung melonjak. Sebelum impor dilarang harga beras Rp8.600 per kilogram,  setelah impor dilarang beras naik hingga Rp12.000 per kilogram. Pemerintah harus memperbanyak operasi pasar.

Bagaimana kepastian hukum soal Gelper yang sekarang disegel polisi. Pengusaha bingung, ada izin kok dilarang. Tanggapan Anda?

BPM kita minta diverifikasi kembali dan ke depan saya tidak izinkan lagi ditambah. Yang tidak ada unsur judi, dilarang dan tutup habis. Kalau bisa, ke depan tidak ada lagilah. Orang sudah investasi, modalnya besar, tapi ditutup.

Gelper buka, tutup, buka, tutup. Apa ini untuk bargaining?

Saya tidak tahu. Yang jelas, tidak akan ada penambahan lagi. Kalau polisi bilang ada unsur judi, ya ditutup saja.

Salah satu syarat kota yang maju dan modern itu soal disiplin,. Anda pernah bertugas di kepolisian. Apa upaya Anda mendisiplinkan warga Batam?

Janji saya, saya akan ketemu dengan seluruh tokoh masyarakat dan pengusaha. Kita bargaining. Kalau kami ingin menegakkan aturan,kan tidak bisa kami saja. Masyarakat juga harus tahu dan siap.  Kalau sepakat, kita jalankan. Saya bersihkan Pemko Batam dan kita tegakkan aturan dan Anda ikuti aturan juga. Misalnya, siapkan tempat ibadah di mal. Bagi saya, ibadah nomor satu.  Mari sama-sama kita tegakkan aturan. Pejalan kaki, lahan parkir dan sebagainya.

Kita dudukan dengan BP Batam. Kalau mereka mengurus industri, kita serahkan semua. Kalau Pemko mengurus rakyat, serahkan pada kami semua. Kita akan jemput bola. Kalau ada investor, kita akan bantu sepenuhnya dan bantu izinnya semua. Investasi perlu untuk mengatasi masalah pengganguran.  Investor kita jaga bersama. Kalau perlu, saat upacara di Pemko, pak Mustafa Wijaya yang jadi inspektur upacara.  Dan pegawai Pemko dan BP Batam bergabung semua. Kan sama-sama pegawai negeri. Demi kebersamaan.

Wawancara berlangsung santai dan akrab. Selain Wali Kota dan Wakil Wali Kota, juga hadir Kabag Humas Pemko Batam Ardiwinata dan dari Posmetro hadir General Manager Socrates, Pimpinan Perusahan Meta Sidabutar, Wakil GM Haryanto, Pimred Noer Syahrullah, Manajer iklan Herry Sembiring dan Manajer Pemasaran Kardinal. ***

Respon Anda?

komentar