DPRD Batam Nilai Pelayanan BPJS Kesehatan Masih Buruk

874
Pesona Indonesia
Warga mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan di kantor BPJS Kesehatan, Batam Kota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Warga mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan di kantor BPJS Kesehatan, Batam Kota.
Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Kenaikan iuran Badan Penyelengga Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mandiri yang akan diberlakukan mulai 1 April 2016 dikeluhkan berbagai pihak. Karena tak diimbangi dengan peningkatan pelayanan. “Saya berharap kenaikan bisa ditinjau ulang,” Kata anggota Komisi V DPRD Kota Batam, Ruslan Pasolle, Rabu (30/3).

Menurutnya pelayanan BPJS Kesehatan sangat buruk, terbukti banyaknya keluhan yang disampaikan masyarakat ke DPRD Batam. “Yang diharapkan masyarakat peningkatan kualitas pelayanan dalam berbagai hal,” tegas Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar, Bengkong ini.

Dalam berbagai pembahasan dan juga saat inspeksi mendadak (sidak) baru-baru ini ke Rumah Sakit Embung Fatimah (RSUD) Batam, lanjut Ruslan, ada beberapa hal yang patut menjadi catatan bersama buruknya layanan BPJS Kesehatan. “Rasio jumlah petugas BPJS dengan jumlah pasien sangat timpang, tak sebanding,” ungkapnya.

Sehingga terjadi antrean panjang. Hingga keluhan pasien tentang adanya sejumlah obat yang harus ditebus di luar apotik rumah sakit. “Ini pertanda minim informasi dari BPJS obat apa saja yang ditanggung,” terangnya.

Atas berbagai temuan tersebut, harusnya ada evaluasi menyeluruh, sebelum keputusan kenaikan tarif baru diberlakukan. “Karena kondisi setiap daerah berbeda, maka idealnya evaluasinya juga dilakukan secara merata,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Chandra Rizal mendesak BPJS Kesehatan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Serta mempercepat pembayaran klaim rumah sakit rujukan. Sehingga program ini tak tersendat dan merugikan masyarakat.

“Harus ditingkatkan, apalagi iuran mau dinaikan. Sehingga tak ada keluhan lagi dari masyarakat,” kata Chandra Rizal, Selasa (15/3).

Baik peningkatan pelayanan di konter pendaftaran maupun konter verifikasi di rumah sakit. “Harus bekerja maksimal dan optimal,” tutupnya. (hgt)

Respon Anda?

komentar