Dua Orang Oknum Polisi Ancam Pelajar dengan Senpi, Lalu…​

1399
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Ailinstock
Ilustrasi. Foto: Ailinstock

batampos.co.id – Dua orang oknum polisi Polres Kabupaten Kampar berpangkat bripda inisial AK (20) dan AS (22) yang diamankan Tim Opsnal Polsek Bukit Raya diduga melakukan pemerasan terhadap korbannya seorang pelajar bernama M Furkan (17), Jumat(25/3).

Korban Warga Desa Tanah Merah Siak Hulu yang diperas saat itu dituduhkan menjual tiket pesawat ilegal. Dengan modus tuduhan tersebut korban kemudian diperas dengan cara mengarahkan senjata api (senpi) ke wajah korban.

Informasi yang dirangkum dari pihak kepolisian, bahwa korban saat itu diperas ketika berada di depan area Purna MTQ tepatnya di Jalan Sudirman.

Sebelumnya korban bertemu dengan temannya bernama Reza untuk menyerahkan tiket pesawat yang dipesan temannya tersebut. Saat keduanya bertemu datang dua orang pelaku langsung menarik kerah baju korban.

Kemudian korban pun dipaksa mengikuti pelaku sehingga korban dituduhkan menjual tiket pesawat ilegal dan pelaku langsung membawa korban ke happy puppy (karaoke).

“Disana kedua pelaku mengambil IPhone 6 milik korban, diduga korban mengalami kerugian senilai Rp. 11.000.000,” jelas Waka polres AKBP Sugeng Putut Wicaksono, Selasa (29/3) diruagannya.

Setelah korban melaporkan kasus yang dialaminya tersebut, pada saat itu tim opsnal polsek bukit raya langsung melakukan penyelidikan dilapangan sehingga diketahui identitas pelaku.

Tepatnya pada hari senin (28/3) sekira pukul 13.00 WIb, pelaku inisial AK berhasil ditangkap di Jalan Pattimura selanjutnya dilakukan pengembangan dan berhasil dilakukan penangkapan terhadap temannya AS di Jalan Arifin Ahmad, dari tangan AS petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit senjata api, 5 butir amunisi, Hendphon Ipone 6, Hp Android merek Asus serta dua unit samsung lipat.

Sementara itu penyelidikan terkait pidana umum juga terus dilakukan. Menurut Putut, secara internal, kesalahan paling fatal kedua oknum tersebut adalah menggunakan senjata api diluar kewenangan mereka.

“Mereka masing-masing bertugas di bagian sarana dan prasarana serta shabara Polres Kampar. Jadi tidak ada kewenangan mereka menggunakan senpi. Mereka juga memanfaatkan senpi justru untuk melakukan pemerasan,” jelas Putut.

Atas perbuatan tersebut kedua oknum polisi saat ini dititipkan di tahanan Mapolresta Pekanbaru.

Selain itu Putut menyebutkan bahwa, personel yang diberikan kewenangan memegang senpi pada umumnya adalah perwira. Dimana yang bersangkutan harus tes psikologi, lulus tes menembak. Tidak hanya itu, penyimpanan senpi pun harus jelas dan diketahui dan sudah diperiksa oleh bagian propam.

“Serta harus ada rekomendasi dari atasan,” terang Waka Polres Putut. (JPG)

Respon Anda?

komentar