Golkar Lampung Usulkan 25 Nama Balonkada di Empat Kabupaten

613
Pesona Indonesia
Foto: dokumen JPNN.Com
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – DPD II Partai Golkar  di lima kabupaten yang tersebar di Lampung telah mengadakan rapat pleno (diperluas) untuk penetapan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati, Selasa (29/3).

Wakil Ketua Bidang OKK DPD I PG Lampung Ibrahim Bastari mengatakan dari lima kabupaten, empat diantaranya telah sepakat mengajukan nama-nama hasil penjaringan internal yang akan diserahkan ke DPP.

“Hari ini (Selasa) PG Lampung telah melakukan rapat pengurus pleno diperluas hasil penjaringan DPD II PG. Jadi ini agendanya penetapan hasil penjaringan calonkada dan calonwakilda untuk 5 kabuapaten, tapi baru ditetapkan empat. Yakni, Lambar, Tuba, Tubabar, dan Mesuji. sedangkan satu Kabupaten Pringsewu baru melakukan penetapan 5 April mendatang,” katanya seperti dikutip dari Radar Lampung (Jawa Pos Group), Kamis.

Karenanya pihaknya akan kembali melakukan rapat pleno pada 5 April mendatang. Namun untuk empat daerah akan tetap dikirimkan terlebih dahulu ke DPP.

Menurutnya, balonkada dan balonwakilda yang akan diusung merupakan unsur internal dan eksternal PG Lampung. “Ada incumbent, dan ada non incumbent. Bahkan, ada swasta dan dari unsur pemerintahan. Jadi semua lapisan ada sesuai dasar hukum golkar di petunjuk pelaksana Nomor I Tahun 2015 Tentang Penetapan Calon Gubernur, Bupati dan Walikota dari Partai Golkar,” tukasnya.

Senada, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD I PG Lampung Toni Eka Candra menyatakan penjaringan internal sudah dimulai sejak Februari – Maret.

“Kita tidak penjaringan terbuka. Tetapi, penjaringan internal yang dilakukan di DPD II dengan menerima masukan/saran dari pimpinan PG ditingkat desa, kelurahan, pekon ataupun kampung. Kemudian ditingkat kecamatan dan kabupaten, lalu organisasi sayap serta Hastakarya,” terangnya.

Sementara Ketua Harian DPD I PG Lampung I Made Bagiase mengatakan, dalam menentukan balonkada di lima kabupaten PG Lampung banyak melakukan pertimbangan.

“Jadi untuk mencalonkan seseorang menjadi bupati itu tidak ujuk-ujuk. Suara Golkar kan suara rakyat, kita pilih bupati yang bisa mengayomi rakyat, keluhan rakyat bisa di atasi, termasuk kebutuhan kesejahteraan,” ujarnya.

Made menegaskan, bahwa partai yang dipimpin Aburizal Bakrie tersebut terus mengupayakan kader untuk maju pilkada. Namun, tidak menutup kemungkinan calon eksternal. Terlebih ia yakin 2017 PG Lampung akan menjadi partai pengusung, tidak sama seperti Pilkada 2015 lalu yang hanya menjadi partai pendukung. (jpg)

Respon Anda?

komentar