Jadi Sasaran Sindikat Narkoba, 200 Prajurit TNI AD di Natuna Tes Urine

984
Pesona Indonesia
Dandim Natuna Letkol Inf Ucu Yustiana dan Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kepri Ahmad Yani memonitor pelaksanaan tes urine personil TNI AD Natuna. foto:aulia rahman
Dandim Natuna Letkol Inf Ucu Yustiana dan Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kepri Ahmad Yani memonitor pelaksanaan tes urine personil TNI AD Natuna. foto:aulia rahman

batampos.co.id – Sebanyak 200 prajurit TNI Angkatan Darat di Natuna menjalani tes urine, yang dilaksanakan BNNP Kepri, di Makodim 0318 Natuna, Rabu (30/3). Ditargetkan bulan April ini prajurit TNI AD bebas narkoba.

Dandim Natuna Letkol Inf Ucu Yustiana mengatakan, tes urine prajuritnya merupakan komitmen TNI AD untuk membersihkan organisasinya narkoba. Tes urine juga akan dilakukan berkala.

“BNNP Kepri kami yang undang melaksanakan tes urine. Realisasi dari komitmen kami perang terhadap narkoba dimulai dari diri sendiri,” kata Ucu.

Berdasarkan perintah Panglima TNI dan diteruskan melalui Pangdam, sambung Ucu, sudah memberikan peringatan bersih-bersih dari narkoba hingga bulan Juni mendatang. Jika masih ditemukan, risiko sanksi sangat berat menanti, apalagi ditemukan sebagai pengedar atau pengguna narkoba.

“Ancamannya bisa pemecatan dari kedinasan jika terbukti sebagai pemakai, apalagi pengedar. Namun jika sekarang hasil tes urinenya ada yang positif akan diberikan pembinaan, kalau sampai bulan Mei mendatang belum bersih baru diberikan sanksi pemecatan,” tegas Ucu.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kepri Ahmad Yani mengatakan, saat ini tidak terdapat lingkungan institusi yang bersih. Karena sasaran sindikit narkoba adalah prajurit TNI dan Polri.

BNNP, kata Ahmad Yani, membantu melakukan pembinaan dan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Jika ditemukan dalam institusi TNI dan Polisi makan akan menjadi target pembinaan.

“Saat ini tidak ada lingkungan institusi TNI maupun polisi yang bersih dari narkoba. Indonesia adalah pangsa pasar besar bagi jaringan sindikat narkoba internasional. Yang ketangkap hanya sebagian kecil, yang besarnya belum diketahui, makanya ada peredaran gelap,” kata Ahmad Yani.

Dikatakan Ahmad Yani, sasaran sindikat narkoba saat ini sudah merambah daerah terpencil seperti Natuna dan Anambas, merupakan daerah kaya. Buktinya saat ini mayoritas penyalahgunaan narkoba mayoritas para pekerja dari Natuna dan Anambas.

“Prevalensi korban penyalahgunaan narkoba di Kepri mayoritas PNS dan pekerja swasta menjadi sasaran peredaran narkoba. Karena mereka punya uang banyak diantaranya dari Natuna,” ujar Ahmad.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar