Junino Jahja, Deputi 2 BP Batam yang Bakal Jadi “El Nino” Bagi Mafia Lahan

5826
Pesona Indonesia
Junino Jahja, Deputi 2 Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan BP Batam. Foto: istimewa
Junino Jahja, Deputi 2 Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan BP Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Dewan Kawasan (DK) Batam, mempercayakan posisi Deputi 2 yang membidangi Perencanaan dan Pengembangan Badan Pengelola (BP) Batam kepada mantan Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2004-2007, Junino Jahja.

Ya, Junino memang bukan orang sembarangan. Saat di KPK, Junino mengendalikaan tim intelijen KPK. Ia memiliki peran penting dalam penangkapan Jaksa Urip dan sejumlah koruptor lainnya.

Saat di KPK, Junino lah yang membina tim intel KPK yang bekerja 24 jam. Junino bahkan pernah mendatangkan trainer dari MI 5 Inggris, untuk meningkatkan kemampuan para intel di KPK.

Nino, julukan Junino, orang yang mengendalikan tim KPK yang bertugas melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Selama dalam kendalinya, tim OTT KPK di lapangan selalu berkoordinasi dengan Nino. Termasuk jika ada misi OTT yang harus dibatalkan karena ada satu hal yang belum memenuhi.

Intinya, Nino orang yang sangat paham berbagai modus kejahatan kera putih dan tahu bagaimana menangkapnya. Mengerti dan memiliki banyak informasi.

Dia juga tergolong manusia langka yang anti suap. Saat di KPK, ia pernah ditawari ratusan ribu dollar plus lahan batubara ribuan hektare di Kalimantan Timur. Namun, semua ditolak tegas.

Namun sayang, orang sehebat Nino tak diloloskan oleh tim seleksi pimpinan KPK pada periode berikutnya.

Namun setelah di KPK,  ia dipercaya sebagai Direktur Utama Perum Percetakan Uang RI (Peruri) sejak 2008. Selama di Peruri, Nino  selalu berhasil menjalankan pekerjaannya dengan penuh integritas.

Sebelumnya Nino juga pernah berkarier di PT Indosat Tbk dari tahun 1985 sampai dengan tahun 2003 dengan posisi terakhir sebagai Direktur MIDI.

Yan perlu dicatat, Nino tak mengenal takut. Ancaman dan hujatan sudah “makanan” sehari-harinya.

Tak salah jika DK memilihnya mengisi posisi Deputi Perencanaan dan Pengembangan Badan Pengelola (BP) Batam. Ada banyak persoalan di Batam, khususnya mafia lahan. Kehadiran Nino, bakal menjadi elnino bagi para penjahat lahan di Batam.

“Mereka dipilih karena profesionalisme mereka,” kata Ketua DK Darmin Nasution. (nur/berbagai sumber)

Respon Anda?

komentar