Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tetapkan Prof Dr H Fasichul Lisan MA, Rektor Universitas Airlangga Periode 2006-2015, sebagai Tersangka

1229
Pesona Indonesia

KPK-Unairbatampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak ke Surabaya. Mereka memeriksa dugaan korupsi di lingkungan Universitas Airlangga (Unair).

Hasilnya KPK menetapkan Prof Dr H Fasichul Lisan MA, rektor periode 2006-2015, sebagai tersangka dua kasus dugaan korupsi sekaligus.

Ketua Kelompok Pakar Farmasi Indonesia itu menjadi tersangka dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unair Surabaya tahun 2007-2010 dan dugaan korupsi peningkatan sarana dan prasarana RS Unair Surabaya tahun 2009.

“ KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan FAS (Fasichul Lisan), rektor Unair 2006-2015 sebagai tersangka,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jakarta, Rabu kemarin.

Yuyuk menjelaskan, Fasich selaku rektor dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Unair diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unair dengan sumber dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) periode 2007-2010 dan korupsi sarana prasarana pendidikan dengan sumber dana DIPA 2009.

Masih kata Yayuk, Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Fasichul telah merugikan keuangan negara hingga sekitar Rp 85 miliar dari total nilai proyek lebih dari Rp 300 miliar.

“Atas perbuatan tersebut, yang bersangkutan disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 6 Ayat 1 KUHP,” beber Yuyuk.

KPK masih akan terus mengembangkan kasus ini, dan tak tertutup kemungkinan adanya pihak lain yang menjadi tersangka. Penyidik KPK masih melakukan penggeledahan di Unair untuk melengkapi alat bukti.

Sebelum menggeledah gedung rektorat, KPK terlebih dahulu menggeledah kantor PT Pembangunan Perumahan Divisi Operasi III di Sidoarjo, Jatim, Selasa (29/3). Penggeledahan di kantor kontraktor ini merupakan rangkaian penyidikan kasus yang dilakukan KPK untuk mengusut kasus korupsi pengadaan proyek RS Pendidikan Unair ini.

“Dari lokasi itu menyita dokumen hard copy dan soft copy seperti kontrak dan dokumen keuangan,” pungkas Yuyuk.

Kantor PT PP yang digeledah itu berada di Juanda Bussines Center (JBC), Sidoarjo. PT PP milik La Nyalla Mattalitti yang saat ini juga sedang terbelit dugaan korupsi dana IPO Bank Jatim. Ketua Kantor Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Jatim itu sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun sedang mengajukan praperadilan. (sbo)

Respon Anda?

komentar