Marcus Pingsan Melihat Jenazah Tunangannya, Turis Prancis yang Tenggelam di Pantai Trikora

713
Pesona Indonesia
Marcus (baju putih) menangis sembari memeluk rekan tunangannya setiba di RSUP Kepri Batu 8, Tanjungpinang, Rabu (30/3). foto:harry/batampos
Marcus (baju putih) menangis sembari memeluk rekan tunangannya setiba di RSUP Kepri Batu 8, Tanjungpinang, Rabu (30/3). foto:harry/batampos

batampos.co.id – Jenazah turis wanita asal Saint Martin Boulogne, Prancis, Justin Marie Stephanie Wallet, 22, yang tewas akibat digulung ombak dan tenggelam saat berenang akhirnya dipulangkan ke negara asalnya, Rabu (30/3) setelah dijemput oleh tunangannya, Marcus Other 23. Turis yang sedang magang di Singapura itu tewas di Perairan Resort Serumpun Padi Emas, Pantai Trikora 4, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (27/3) lalu.

Pantauan di lapangan, saat tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Marcus langsung ke RSUP Kepri di Batu 8, Tanjungpinang, dengan menumpangi taksi bandara. Setibanya di RSUP Kepri sekitar pukul 10.00 WIB, Marcus dijemput tiga rekan korban Letitia Rodaro, Geraldine, dan Clemence yang sudah berada di lokasi. Mereka lalu berjalan menuju kamar jenazah, dan penjaga kamar jenazah membuka pintu pendingin (freezer) tempat menyimpan jasad tunangannya selama empat hari lalu itu. Spontan saja wajah Marcus berubah pucat pasih ketika melihat tunangannya sudah terbujur kaku dihadapannya. Bahkan Marcus menangis dan pingsan karena tak kuat menahan rasa dukanya.

“Tolong jangan wawancara dulu, saya lagi sedih. Tolong tinggalkan saya sendiri,” ujarnya dihadapan awak media sambil meneteskan air matanya dalam keadaan lemah usai terbangun dari pingsan.

Kondisi kamar jenazah semakin hening. Hanya ada suara isak tangis dari tunangan serta tiga rekan korban. Bahkan penjaga kamar jenazah terlihat bingung ketika empat orang itu memeluk peti jenazah dengan erat. Seperti tak mau melepaskan kepergian orang yang dicintainya.

Beberapa jam kemudian, keadaan berubah ketika Perwakilan Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis untuk Indonesia, Eva Lasmana, tiba di lokasi. Memang saat itu Eva tak mau berkomentar banyak perihal kehadirannya di kamar jenazah tersebut. Namun dikatakannya, jasad warga Prancis ini akan dipulangkan ke negara asalnya melalui Jakarta.

“Nantinya, jenazah Justin Marie Stephanie Wallet akan diterbangkan dengan pesawat dari Bandara RHF ke Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Tiga hari mengurus administrasinya di sana, barulah kembali diterbangkan menuju negara asalnya di Saint Martin Boulogne, Prancis,” katanya.

Mengapa tak diberangkatkan melalui Singapura yang lebih dekat ketimbang Jakarta? Eva menjawab bahwa memang Singapura lebih dekat ditempuh dari Tanjungpinang ketimbang harus ke Jakarta. Namun jika diberangkatkan dari Singapura ia harus memenuhi prosedur yang panjang, bahkan tak bisa sampai ke negara asal secara langsung melainkan harus singgah kebeberapa negara dulu. Sedangkan kalau melalui Jakarta paling lama menghabiskan waktu tiga hari untuk mengurus prosedurnya lalu diberangkatkan langsung ke negara asal tanpa singgah ke negara lain.

“Berangkatnya dari Bandara RHF ke Bandara Soekarno-Hatta, kita menumpangi Pesawat Garuda Indonesia,” akunya.

Setelah mengurus adminitrasi di RSUP Kepri, jenazah Justin Marie Stephanie Wallet dibawa oleh tim medis ke Bandara RHF Tanjungpinang. Sedangkan Marcus beserta tiga rekan korban dan Kedubes Prancis yang turut mengantarkan jenazah tersebut menumpangi mobil lain. Beberapa jam di Bandara RHF, jenazah Justin Marie Stephanie Wallet bersama Marcus beserta tiga rekan korban dan Kedubes Prancis berangkat dengan menumpangi Pesawat Garuda Indonesia. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar