Mengenal Agus Tjahajana, Wakil BP Batam: 32 Tahun Bergelut di Bidang Perindustrian

2459
Pesona Indonesia
Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional (kiri), Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Kementerian Keuangan Hadiyanto (dua dari kiri), Dahlan Iskan (saat masih jadi Menteri BUMN), diacara Talkshow Economic Challenges Metro Tv yang dipandu Suryopratomo, beberapa waktu silam. Foto: Dirjen KN Kemenkeu
Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional (kiri), Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Kementerian Keuangan Hadiyanto (dua dari kiri), Dahlan Iskan (saat masih jadi Menteri BUMN), di acara Talkshow Economic Challenges Metro Tv yang dipandu Suryopratomo, beberapa waktu silam. Foto: Dirjen KN Kemenkeu

batampos.co.id -Komposisi pejabat Badan Pengelola (BP) Batam yang telah ditetapkan oleh Dewan Kawasan (DK) Batam, memberi harapan besar untuk membawa Batam lebih maju. Pasalnya, semua yang terpilih benar-benar orang-orang profesional.

Wakil Kepala BP Batam, Agus Tjahajana Wirakusumah, misalnya. Dia juga bukan orang sembarang. Dia sangat paham dengan dunia industri dalam dan luar negeri. Sangat paham dengan investasi dan berbagai hal terkait dunia usaha. Dia juga mengerti industri di bidang teknologi.

Alumni Institut Teknologi Bandung dan University of Florida itu mengabdi di Kementerian Perindustrian bukan satu atau dua hari. Tapi 32 tahun. Waktu yang cukup lama.

Sebelum memasuki masa purnabakti pada Januari 2015 lalu, posisi terakhir Agus adalah Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional (Dirjen KII) Kementerian Perindustrian.

Pengalamannya di posisi tersebut menumbuhkan harapan baru bagi Batam yang memang menjadikan industri sebagai salah satu tumpuan perekonomiannya.

Saat menjabat sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional (Dirjen KII) Kementerian Perindustrian, Agus banyak berhubungan dengan investor luar negeri, dan sering mewakili Indonesia dalam forum-forum perekonomian dunia.

Sebelumnya, Ketua DK Batam, Darmin Nasution mengatakan bahwa pemerintah akan membuat sejarah baru dengan melakukan pembenahan di Batam, agar kelak Batam bisa tumbuh sejajar dengan negara maju. Paling tidak, bisa mengejar ketertinggalan dari negara yang pernah belajar FTZ di Batam.

Itu sebabnya, dibutuhkan orang-orang yang memiliki kapasitas, integritas, dan profesionalisme untuk mengelola Batam. “Kalau Batam berhasil, maka akan kita buat daerah lainnya juga seperti Batam. Pemerintah benar-benar serius untuk memajukan Batam. Bukan sekadar ngomong saja,” tegas Darmin. (nur)

Baca Juga:
> Junino Jahja, Deputi 2 BP Batam yang Bakal Jadi “El Nino” Bagi Mafia Lahan
> Hatanto, Mantan Dubes Norwegia Pimpin BP Batam
> Mantan Dubes dan KASAL Calon Kuat Kepala BP Batam
> Penetapan Pimpinan Baru BP Batam Ditunda
> Hari Ini BP Batam Punya Pimpinan Baru
> Soerya: Kalau Ditugaskan (di BP Batam), Ya Terima, Itu Pengabdian
> Siap-Siap Pindah ke Zona KEK, 5 Tahun Lagi FTZ Batam Dihapus
> 1.084 Perusahaan di Batam Berada di Area Pemukiman
> Ini Gambaran Properti di Zona KEK Batam
> Batam Jadi KEK, WNA Boleh Milik Properti
> Salah Satu Calon Pimpinan BP Batam Berpangkat Jenderal
> FTZ Beralih ke KEK, Kapolri: Jangan Sebar Isu yang Membuat Investor Takut
> Ini Model Kawasan Ekonomi Khusus Batam
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Respon Anda?

komentar