Mess Terbakar, Karyawati Hotel Nyaris Terpanggang

1023
Pesona Indonesia
Warga saat memadamkan api yang membakar 10 rumah di perumahan Ocean Park, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
Warga saat memadamkan api yang membakar 10 rumah di perumahan Ocean Park, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos.co.id – Kebakaran hebat terjadi di perumahan Ocean Park, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang. Sebanyak 10 unit rumah yang berada di deratan blok A ludes dilahap si jago merah, Kamis (31/3) siang. Rumah-rumah yang ludes terbakar itu adalah rumah nomor 111 sampai 121.

Informasi yang didapat di lapangan, kebakaran terjadi diduga karena kegiatan bakar rumput yang dilakukan oleh petugas kebersihan perumahan di lahan kosong belakang deretan perumahan yang terbakar.

Menurut Anita, 26, salah satu penghuni rumah nomor 116 menuturkan, sebelum kebakaran rumah terjadi, petugas kebersihan perumahan diketahui memang sedang memotong dan membakar rumput di lahan kosong di belakang deretan blok rumah yang terbakar itu.”Sekitar pukul 12.00 WIB, saya sempat keluar jemur pakain di belakang rumah, saya lihat ada orang potong rumput di lahan kosong itu. Mereka ada bakar rumput di ujung sana (lahan kosong),” kata Anita.

Tak berselang lama saat Anita masuk kembali ke dalam rumah mesnya itu, tiba-tiba kepulan asap tebal sudah menyeruak masuk ke dalam rumah yang ditempatinya. “Nggak sampai 30 menit, tiba-tiba api sudah sampai di belakang rumah,”ujar Anita.

Saat itu Anita melihat memang sejumlah pekerja pemotong rumput sudah sibuk memadamkan api, namun upaya itu terlambat. Tiupan angin yang cukup kencang ke arah perumahan, membuat api cepat merambat ke bagian belakang rumah-rumah tersebut. “Api masuk (terbakar) pertama di rumah yang saya tempati ini (116) dan sebelahnya (nomor 115),” kata Anita sambil menunjukan dua rumah yang duluan dilahap api.

Usai melumat bagian belakang dua rumah yang berada di tengah itu, api dengan cepat merambat ke kiri dan kanan sehingga satu blok rumah tersebut ludes terbakar.

Kebakaran itu kata Anita terjadi cukup cepat. Api dengan sigap merembat ke semua rumah yang ada di deretan blok A tersebut. Pemadam kebakaran lambat menanggapi laporan warga.

Warga dan petugas keamanan di perumahan itu hanya bisa memadamkan dengan peralatan yang seadanya. Upaya warga itu tak berarti apa-apa. Api semakin liar dan dengan leluasa melumat semua bangunan rumah-rumah tersebut. “Tak ada lagi yang tersisa mas, kayaknya sudah habis barang-barang kami di dalam,” tangis Anita yang kuatir dengan dokumen dan surat-surat yang ada di dalam rumahnya.

Yoga warga lain yang rumahnya bersebrangan dengan rumah yang ditempati Anita juga menuturkan hal yang sama. Yang mana kebakaran hebat itu terjadi karena ulah petugas pemotong rumput yang membakar rumput di lahan kosong perumahan yang terbakar itu. “Dari kemarin mereka sudah bakar-bakar (rumput) saya sudah tegor, karena angin lagi kencang sekarang,” ujar Yoga.

Dari seretan rumah yang terbakar itu kata Yoga, hanya tiga rumah yang ditempati yakni rumah nomor 116, 114 dan 113. Sementara tujuh unit rumah lain dalam keadaan kosong tak berpenghuni. “Kalau korslet tak mungkin, ini karena pembakaran di belakang itu (lahan kosong). Sudah saya ingatkan kemarin mereka tapi tak mau dengar,” tutur Yoga.

Yoga dan warga sekitar tidak saja menyesali aksi petugas pemotong rumput tersebut, warga juga sangat kecewa dengan petugas pemadam kebakaran yang terlambat menanggapi laporan warga. “Sudahlah berangin, pemadam juga telat datang. Habislah rumah ini. Padahal sudah sejam yang lalu kami hubungi,” tutur Yoga.

Pemadam kebakaran yang datang hanya bisa memadamkan api sisa-sisa kebakaran. Sementara 10 rumah tadi sudah ludes.

Pantauan di lapangan, kerusakan rumah terlihat cukup parah. Semua atap rumah-rumah dan isi dalam rumah ludes terbakar. Yang tersisa hanya bangunan tembok dan besi yang tak bisa dilumat api. Selain rumah, lahan kosong seluas lapangan sepak bolah juga ludes terbakar.

Menurut Andre salah satu warga lainnya, untuk kerugian akibat kebakaran itu mencapai miliaran rupiah nilainya. “Sebab satu rumah saja harga sekitar Rp 800 juta. Belum isi rumah yang ikut terbakar,” kata Andre.

Sementara itu kebakaran hebat tersebut, juga nyaris membawa membawa petaka bagi Anita salah satu penghuni rumah nomor 115. Pasalnya saat kebakaran terjadi pintu rumahnya terkunci dari luar.

Wanita 26 tahun itu sempat kebingungan mencari kunci rumah agar bisa keluar. “Mau keluar dari pintu belakang, api sudah membesar,” ujarnya.

Namun beruntung meskipun sempat terkurung, karyawati di salah satu hotel di dekat perumahan itu bisa keluar dari rumah setelah mendapati kunci rumah yang ada di atas meja.

Meskipun selamat dari kepungan api, namun barang-barang Anita di dalam rumah tak bisa diselamatkan. “Ini mess, yang tinggal disini banyak, jadi kasihan barang-barang kawan-kawan saya juga ikut terbakar. Ijazah dan surat-surat lainnya juga mungkin ikut terbakar,” ujarnya.

Selain itu kebekaran hebat ini juga menewaskan dua ekor anjing peliharaan warga yang terkurung dalam rumah. (eja)

Respon Anda?

komentar