Pencetakan 723 Hektare Sawah Terkendala Alat, Ady Mengadu ke Wagub Kepri

1367
Pesona Indonesia
Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun (kemeja putih) saat kunjungan ke Desa Sungai Besar, Rabu (30/3). foto:humas pemprov
Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun (kemeja putih) saat kunjungan ke Desa Sungai Besar, Rabu (30/3). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Ady Indra Pawennari Pimpro pencetakan sawah di Sungai Besar mengadu kepada wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun, soal kendala percetakan sawah. Nurdin yang sampai ke Lingga sekitar pukul 10.00 WIB melalui Pelabuhan Sungai Tenam langsung menuju Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara, Rabu (30/3) pagi.

Disampaikan Ady, sejauh ini percetakan sawah telah terbuka 10 hektare. Target 723 hektare lahan yang tersedia akan terus digarap. Namun kurangya alat berat, menjadi kendala yang disampaikan Ady langsung kepada Wabup Kepri.

“Sawah sudah dibuka 10 Hektare. Lima Hektarenya sudah ditanami dengan cara blower. Ketersediaan alat berat, eskavator, traktor jadi kendala kita,” terang Ady.

Untuk menggarap seluruh lahan yang tersedia, terang Ady, diperlukan alat yang memadai. Empat eskavator yang tersedia belum maksimal mengolah seluruh lahan. Bahkan, kata Ady, sampai 5 tahun kedepan, habispun masa jabatan Bupati, Alias Wello dengan alat yang tersedia tidak mungkin bisa menggarap sawah tersebut.

“Kita butuhkan dukungan pemerintah provinsi dan pusat. Membantu kita alat berat untuk membuka seluruh lahan. Selain itu, kita juga butuh pupuk subsidi 100 ton,” kata Ady.

Untuk satu hektare sawah, kata Ady, paling sedikit membutuhkan 0,5 ton. Selama ini, pihaknya terpaksa menggunakan pupuk industri yang harganya jauh lebih mahal. Perbandingannya hampir 10 kali lipat. Ia berharap, untuk mewujudkan visi misi ketahanan pangan Kepri dan menjadikan lumbung padi di Sungai Besar perlu mendapat sentuhan tangan pemprov dengan menyediakan alat berat baik eskavator, traktor dan juga pupuk subsidi.

“Kita sangat harapkan bantuan pemerintah,” tutup Ady.(mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar