Tak Terima Terdakwa Dihukum 18 Tahun Penjara, Keluarga Korban Pembunuhan Mengamuk

1386
Pesona Indonesia
Julpiansyah alias Pian saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (30/3). Foto: Yashinta/ Batam Pos
Julpiansyah alias Pian saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (30/3). Foto: Yashinta/ Batam Pos

batampos.co.id – Keluarga almarhum Almi Arlinda mengamuk di Pengadilan Negeri Batam. Mereka tak terima atas vonis ringan majelis hakim Pengadilan Negeri Batam. Yang mana, menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara terhadap Julpiansyah alias Pian, terdakwa pembunuhan. Apalagi, vonis itu lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa penuntut.

Hantaman keras melesat cepat ke tubuh Pian sesaat keluar dari ruang sidang PN Batam. Tak hanya sekali, pukulan lain dari orang berbeda kembali melayang secara bertubi-tubi. Pian tersudut dan membungkukan badan menahan sakit. Beberapa petugas berusaha melerai dan menyelamatkan Pian dari amukan keluarga korban.

“Enak saja kamu mendapat hukuman ringan, keluar penjara kamu bisa kembali membunuh,” terang salah seorang pria berbadan besar yang merupakan keluarga korban.

Tak hanya itu, keluarga lain kembali memaki Pian. Mereka merasa tak terima dengan hukuman 18 tahun penjara. Sebab, Pian telah mengambil nyawa saudara mereka. Apalagi, kematian Almi meninggalkan duka mendalam terhadap anak tunggalnya Avis.

“Saya akan cari dia. Nyawa harus dibayar nyawa. Saya yang paling menderita,” terang Avis berteriak.

Sebelum keluarga mengamuk, majelis hakim yang dipimpin hakim Sarah Louis menyatakan Pian terbukti bersalah. Pian terbukti memenuhi unsur pasal 338 tentang pembunuhan. Perbuatan korban juga meresahkan masyarakat dan menghilangkan nyawa orang lain. Namun Sarah juga menyebut hal yang meringankan terdakwa karena bersikap sopan dan merasa bersalah.

“Menjatuhkan pidana 18 tahun penjara. Memerintahkan terdakwa tetap ditahan,” tegas Sarah mengakhiri sidang.

Atas vonis, Pian yang didampingi kuasa hukumnya Elly Suwita mengaku menerima. Sementara JPU Barnard mengaku pikir-pikir.

Diketahui, pria pengangguran ini nekat menghabisi nyawa Almi warga Baloi Center karena tergiur dengan kalung yang dipakai korban pada September 2015 lalu. Almi yang saat itu menjaga warung tiba-tiba di datangi terdakwa. Saat itu terdakwa pura-pura belanja.

Saat korban lengah, terdakwa menarik kalung korban. Namun korban berteriak hingga terdakwa menusuk leher korban dengan pisau hingga meninggal dunia. (she)

Respon Anda?

komentar