3 Pemberi Suap Terjaring OTT Jadi Tersangka, KPK Periksa Mantan Kajati Kepri

1034
Pesona Indonesia
Ketua KPK Agus Rajhardjo bersama Jamintel Kejagung Adi Togarisman saat memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jumat (1/4). FOTO: Ricardo/jpnn.com
Ketua KPK Agus Rajhardjo bersama Jamintel Kejagung Adi Togarisman saat memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jumat (1/4/2016). FOTO: Ricardo/jpnn.com

batampos.co.id – Tiga terduga pemberi suap untuk menghentikan penyidikan perkara korupsi terkait PT Brantas Abipraya yang ditangani Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Kamis (31/3/2016), telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tiga terduga penyuap yang terjaring OTT itu, yakni Senior Manager PT Brantas Abipraya Dandung Pamularno, Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya Sudi Wantoko dan seorang swasta bernama Marudut.

Sementara jaksa yang diduga bakal menerima suap masih terus ditelusuri KPK, termasuk memeriksa mantan Kajati Kepri Sudung Situmorang yang kini menjabat sebagai Kajati DKI Jakarta. Namun status keduanya sebagai saksi.

Selain Sudung, KPK juga memeriksa Aspidsus Kejati DKI Jakarta Tomo Sitepu. “Ya, dua orang itu yang kita periksa memang ada kaitannya,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di KPK, Jumat (1/4/2016).

Hadir pula Wakil Ketua KPK La Ode M Syarif dan Saut Situmorang, serta Jamintel Kejagung Adi Toegarisman dan Sesjamwas Kejagung Jasman Pandjaitan.

Agus yang duduk di samping kanan Adi dan Syarief awalnya hanya menyebut inisial SS dan TS dari Kejati DKI Jakarta. Ia baru menyebut nama Sudung dan Tomo setelah didesak tentang alasannya menyebut dua saksi dari Kejati DKI dengan inisial.

“Kalau jadi saksi tidak boleh diinisialkan, yang diperiksa sampai tadi malam Sudung Situmorang dan Tomo Sitepu. Masih saksi,” katanya.

Saat ditanya siapa inisiatif pemberi suap dan untuk siapa duit diberikan, Agus menjawab diplomatis. “Itu yang di dalami. Itu yang digali. Kalau langkah dari kami nanti mengupdate setiap saat,” kata Agus.

Yang pasti, kata Agus menambahkan, kasus itu bisa saja mengarah pada keterlibatan pihak lain.  “Kami akan selalu berhubungan dan berkoordinasi teman-teman kejaksaan,” jelas dia.

Sedangkan Adi Toegarisman mengatakan, pihaknya akan mengikuti proses  hasil OTT kerja sama KPK dan Kejagung itu. “Penanganan perkara saat ini ditangani KPK sehingga kami akan terus berkoordinasi,” katanya.

Menurutnya, Kejagung akan selalu mendukung permintaan KPK terkait perkara itu. “Karena penanganan di tangan KPK maka kami akan ikuti apa yang ditangani KPK,” kata mantan Kajati DKI Jakarta itu.

Sedangkan M Syarief menambahkan, penyidik masih menangani detail dugaan korupsi PT BA itu dengan meminta bantuan informasi dari Kejagung. Menurutnya, KPK mendapat support cukup dari Kejagung.

“Karena sampai saat ini belum selesai. Dari pemeriksaan dua saksi saja sudah mendapat support baik dari Kejagung,” tegasnya.

Sebelumnya, KPK telah menjerat tiga tersangak suap dengan pasal 5 ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP atau pasal 5 UU Tipikor juncto pasal 53 ayat 1 KUHP. Pasal 5 UU Tipikor ayat 1 huruf a.

Bunyi pasalnya adalah memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya.(boy/jpnn/nur)

Baca Juga:
> OTT KPK hanya Bekuk 3 Pemberi Suap, Ini Orangnya
> Ternyata KPK Lakukan 2 Operasi Tangkap Tangan, Kasusnya Berbeda
> Jaksa Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

Respon Anda?

komentar