43 Orang Positif Narkoba Terjaring Operasi Bersinar

941
Pesona Indonesia
Polda Kepri dan BNNP Kepri saat melakukan tes urine. Foto: Ist
Polda Kepri dan BNNP Kepri saat melakukan tes urine. Foto: Ist

batampos.co.id – Polda Kepri dan BNNP Kepri menjaring 43 orang positif narkoba dalam operasi bersinar, Kamis (31/3) dini hari. Operasi menargetkan diskotik dan hotel yang diduga menjadi sarang narkoba.

Hotel yang disinyalir menjadi tempat transit para pengedar narkoba yakni Hotel Singapura dan Bali. Sebab dari tempat ini sering terjadi transaksi narkoba.

Sementara diskotik yang menjadi sasaran operasi ini kebanyakan di daerah Nagoya, salah satunya Diskotik Planet.

“Akan direhab, para pecandu ini semuanya,” kata Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol, Wiyarso pada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), kemarin.

Wiyarso mengatakan bahwa operasi ini, akan terus berlangsung hingga 21 April mendatang. Polda Kepri bersama dengan BNNP akan terus melakukan giat dalam operasi bersinar ini. “Lihat saja nanti, kami akan menindak para penyalahguna narkoba,” ujarnya.

Wiyarso menungkapkan saat ini dari 43 orang yang diciduk tersebut, 28 orang ditangani oleh Polda Kepri. “Laki-laki semua yang kami tangani,” ucapnya.

Mengenai rehabilitasi, Wiyarso mengungkapkan itu sepenuhanya adalah wewenang BNNP Kepri. “Tanya saja ke BNNP,” tuturnya.

Sementara itu Kabid Brantas dan Penindakan BNNP Kepri, AKBP Bubung Pramiadi membenarkan bahwa nantinya para pecandu ini akan direhabilitasi. “Tapi melalui proses assessment dulu,” ungkapnya.

Ia mengatakan di BNNP Kepri menangani sebanyak 15 orang. “Wanita semua,” ucapnya.

Pada saat razia ini, pria berusia sekitar 30an tersebut, mengakui bahwa dirinya adalah anggota BNN. Dan marah saat diminta petugas, untuk memisahkan diri dari barisan.

“Saya ini anggota BNN,” ujarnya.

Mendengar hal ini, anggota BNN yang sedang melakukan pengecekan urine. Langsung menghampiri pria tersebut. “Kamu bukan anggota BNN,” ujar petugas dari BNNP Kepri.

Sehingga pihak kepolisian melakukan interogasi kepada pria tersebut. Tak berapa lama, pria itu mengakui dirinya adalah anggota salah satu ormas (organisasi massa) di Batam.

Karena mengaku-ngaku sebagai anggota BNN, petugas memisahkannya dari barisan para pencandu. Untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (ska)

Respon Anda?

komentar