Abrasi Ancam Pulau-Pulau Kecil di Lingga

957
Pesona Indonesia
hutan bakau
hutan bakau penjaga abrasi.

batampos.co.id – Pulau-pulau kecil Lingga terancam hilang. Pengikisan batuan dan abrasi bibir pantai akibat gelombang air laut dan angin kencang mengancam keberadaan pulau-pulau di pesisir Lingga, tempat tinggal nelayan. Hal ini sudah terjadi di Desa Pena’ah, Kecamatan Senayang. Salah satu desa wisata milik pemkab Lingga.

Abrasi yang terjadi semakin parah. Bahkan merusak aset wisata di Pantai Busung. Sejumlah gazebo tempat wisatawan bersantai dan menjadi salah satu spot menikmati sunset di pulau tersebut rubuh. Sejauh ini, belum ada upaya pemerintah menanggulangi persolan ini.

“Saat musrenbang kecamatan, sudah kita sampaikan. Kita butuh pemecah ombak. Alam tidak bisa kita lawan, tapi paling tidak ada upaya antisipasi,” ungkap Abang Marwan, Kepala Desa Pena’ah, Kamis (31/3).

Disampaikannya lagi, persoalan abrasi mengancam kehidupan penduduk pesisir. Hal ini, kata Marwan perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Mengingat Lingga adalah kabupaten dengan 604 pulau dan 94 diantaranya menjadi tempat tinggal warga Kabupaten Lingga yang berprofesi sebagai nelayan.

“Kita sangat berharap, ada penanggulangan abrasi ini,” tuturnya lagi.

Diceritakan Marwan, kondisi cottage dan gazebo di Pantai Busung, semakin mengkhawatirkan sebab 2 gazebo telah rubuh. Sementara abrasi, telah sampai ke jalan semenisasi dan hanya berjarak 5 meter lagi dari bangunan cottage. Marwan khawatir, aset pemerintah tersebut bisa bernasib sama jika lamban ditanggulangi.

Di Desa Pena’ah, kata Marwan, sedikitnya terdapat 6 pulau yang berpenghuni. Di desa ini ada 9 pulau yang terancam abrasi. Diantaranya pulau Pena’ah, Pena’ah Kecik, Kongky, Kongky Besar, Belading, Ceranggong, Mensemut, Kojong dan Pulau Buluh. “Enam pulau berpenghuni. Pulau Mensemut yang semakin parah, hampir seluruh pulau terendam saat pasang besar,” kata Marwan.

Sementara itu, Junaidi Adjam, Kepala BLH sekaligus anggota Forum 77 beberapa waktu lalu bersama puluhan anggotanya turun ke Pulau Pena’ah dan pemukiman suku laut melakukan kegiatan penanaman bakau. Upaya ini, dikatakan Junaidi, sebagai bentuk kepedulian forum mengatasi persoalan abrasi.
Kita tanam bakau dan juga memberikan bantuan bagi anak-anak suku laut. Abrasi cukup parah. Semoga penanaman bakau ini bisa membantu pencegahan abrasi,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar