Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina

1629
Pesona Indonesia
Mantan Kombatan Filipina Selatan, Ali Fauzi. Foto: istimewa
Mantan Kombatan Filipina Selatan, Ali Fauzi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Khadaffy Janjalani berdiri dan menatap ramah kepada sekitar 15 orang yang menjadi tamunya di Jolo pada akhir 2012 lalu. Sejenak mengulum senyum, dia lantas berkata penuh canda, ’’Saya kira kalian datang bawa bantuan (dana banyak, Red). Ternyata, malah bawa beban saja.’’

Belasan tamunya itu kemudian terbahak. Para tamunya tersebut adalah Dulmatin, Umar Patek, Ali Fauzi, dan sejumlah pentolan JI yang tengah kabur akibat dikejar-kejar polisi gara-gara bom Bali I.

Keakraban memang terjalin antara sejumlah militan Indonesia dan Abu Sayyaf. Bahkan, ketika tewas dalam sebuah pertempuran di Pattikul, Sulu, pada akhir 2006, dia sedang bersama-sama banyak orang Indonesia.

’’Sebenarnya, dulu kami sudah menang. Nah, waktu itu Khadaffy terlalu percaya diri. Dia melakukan clearance,’’ ucap seorang ikhwan jihadi yang tidak mau disebutkan namanya.

Clearance adalah sebuah pengecekan terhadap korban di pihak lawan yang telah tewas untuk dilucuti senjatanya. Ternyata, ada satu orang tentara yang pura-pura tewas. Ketika Khadaffy memeriksanya, tentara itu langsung bangun dan menembak kepalanya. ’’Persis seperti di film-film,’’ katanya.

Kendati Khadaffy tewas, hubungan antara sejumlah tokoh militan Indonesia dan Abu Sayyaf cukup baik. Yang tetap stay di sana, antara lain, Dulmatin dan Umar Patek. Mereka terus melakukan tadhrib (latihan militer). Pada masa itu, Abu Sayyaf beberapa kali melakukan penculikan dengan hasil besar.

Sementara itu, kelompok militan Indonesia ”lebih suka” melakukan fa’i (perampokan untuk dana perang, Red). ’’Saat merampok, kami tidak tanggung-tanggung dulu. Bisa bawa dua puluh orang dan bersenjata berat,’’ katanya, lantas terkekeh.

Sebagian hasil rampokan tersebut mampir kepada Dr Azhari dan Noordin Mohd Top.

Tapi, merampok lebih berisiko. Baik tertangkap maupun tewas terbunuh. Itulah yang kemudian pada 2006 membuat Dulmatin merancang konsep mencari dana. Yakni, dengan berkeliaran di Pulau Banda untuk membajak kapal. Terutama kapal asing agar warganya dapat diculik.

’’Kalau gini-gini aja, nggak maju-maju kita,’’ demikian kata Dulmatin seperti ditirukan ikhwan jihadi tersebut.

Dulmatin kemudian balik ke Indonesia pada akhir 2007 dan merancang kamp pelatihan di Aceh. Dia ditemani seorang pentolan Abu Sayyaf yang dikenal dengan nama Blackberry.

’’Nama aslinya tidak tahu. Wong namanya juga banyak. Tapi, paling terkenal dengan nama Blackberry saja,’’ katanya.

Setelah Dulmatin tewas ditembak pada 2008, Blackberry tetap memilih berada di Indonesia. Sebelum akhirnya ditembak mati polisi di Tangerang pada 2010. ’’Ini cukup memukul banyak pimpinan Abu Sayyaf,’’ lanjutnya.

Dia mengatakan bahwa Abu Sayyaf juga memantau berita yang berkembang di Indonesia terkait masalah pembajakan kali ini.

’’Sebab, banyak warga Indonesia yang mempunyai link dengan Abu Sayyaf,’’ terangnya. ’’Mereka bukan kelompok kemarin sore dan berlipat kali jauh lebih profesional ketimbang Santoso cs,’’ tambahnya.

Secara terpisah, mantan instruktur Kamp Hudaibiyah, Filipina Selatan, Ali Fauzi kembali mengingatkan pemerintah untuk mematangkan konsep pembebasan sandera.

’’Sebab, kemungkinan besar semua sandera tersebut tidak dikumpulkan secara bersama-sama. Tetapi, dipisah-pisah menjadi rombongan yang lebih kecil,’’ paparnya.

Menurut dia, ini adalah cara standar yang diketahuinya ketika masih menjadi combatant di Filipina Selatan satu dasawarsa lalu.

’’Mereka (Abu Sayyaf, Red) lahir dari situasi yang sulit dan terbiasa hidup yang sulit. Ilmu survival mereka sangat tinggi. Dan mereka sangat terlatih,’’ tambahnya.

Ali Fauzi menyatakan, opsi serangan militer sebaiknya ditaruh paling akhir. Menurut dia, lanskap Mindanao lebih mendukung Abu Sayyaf ketimbang penyerangnya.

’’Saya tahu sendiri. Bahkan Rangers (pasukan khusus tentara Filipina, Red) belum bisa mengontrol wilayah Mindanao,’’ katanya. (c6/ano/jpg)

Baca Juga:
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapi…
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Militan Abu Sayyaf…!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar