Amdal Belum Selesai, Revitalisasi Stadion Sulaiman Abdullah Bakal Diundur

939
Pesona Indonesia
Dua tim sepakbola saat berlatih Stadion Sulaiman Abdullah, beberapa waktu lalu. Revitalisasi stadion ini bakal tertunda hingga tahun 2017. foto:yusnadi/batampos
Dua tim sepakbola saat berlatih Stadion Sulaiman Abdullah, beberapa waktu lalu. Revitalisasi stadion ini bakal tertunda hingga tahun 2017. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, revitalisasi Stadion Sulaiman Abdullah kemungkinan besar bakal diundur pembangunannya pada tahun 2017 mendatang. Pasalnya, saat ini, pihaknya harus terlebih dahulu menyiapkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait revitalisasi stadion tersebut.

“Amdalnya belum selesai, karena itu kami harus menyiapkannya terlebih dahulu,” ujar Lis Darmansyah ditemui di Gedung DPRD Kota Tanjungpinang, Kamis (31/3).

Amdal tersebut terlebih dahulu diselesaikan, karena harus diselaraskan pula dengan program penanganan banjir di kawasan sekitar stadion yang memang merupakan wilayah langganan banjir. “Ini dilakukan juga demi masyarakat sekitar,” ujar Lis.

Plt Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang, Amrialis membenarkan bahwa pihaknya harus menyelesaikan AMDAL. “Karena berkaitan dengan lingkungan,” ujarnya. Ia juga membenarkan penyusunan dokumen AMDAL memang harus disejalankan dengan penanganan banjir. Supaya tidak ada dampak di luar dugaan yang terjadi di kemudian hari.

Terkait apakah revitalisasi bisa dilaksanakan tahun 2016 ini, Amrialis menyangsikan hal itu. “Karena penyusunan dokumen AMDAL tidak sebentar. Karena harus dilelang juga,”ujarnya. Oleh karena itu, untuk saat ini, pihaknya akan fokus terhadap penyusunan AMDAL.

Dikatakan Amrialis, revitalisasi Stadion Sulaiman Abdullah telah dianggarkan sekitar Rp19 m. Tapi, kemudian ia mengatakan, akan ada perubahan jika pada kenyataannya revitalisasi tidak jadi dilaksanakan di tahun 2016.

“Kalau untuk penyusunan AMDAL belum dianggarkan. Dan nanti akan ada penganggarannya terlebih dahulu, baru tahun 2017 dilaksanakan fisiknya,” tutupnya. (lra/bpos)

Respon Anda?

komentar