BNNK Tanjungpinang Awasi Wilayah Rawan Narkoba

951
Pesona Indonesia
Beberapa petugas BNNP Kepri sedang melaksanakan razia penyalahgunaan Narkoba kepada pengunjung beberapa tempat hiburan malam di Tanjung Pinang. BNN juga akan mengawasi Lapas dan TKI. Foto : dok. BNN Kepri.
Beberapa petugas BNNP Kepri sedang melaksanakan razia penyalahgunaan Narkoba kepada pengunjung tempat hiburan malam di Tanjung Pinang. BNNK Tanjungpinang juga akan mengawasi wilayah rawan narkoba. Foto : dok. BNN Kepri.

batampos.co.id – Mengantisipasi maraknya peredaran narkoba di Tanjungpinang, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kota Tanjungpinang, memliki teknik tersendiri dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Tanjungpinang.

Hal tersebut dikatakan Kepala BNNK Tanjungpinang, Abdul Hasim Panggabean, kepada Batam Pos (group batampos.co.id), Kamis (31/3).

”Tekniknya tak bisa saya sebutkan, tetapi kurang lebih mirip dengan teknik yang digunakan BNNP Kepri,” ujar Hasyim.

Dikatakan Abdul, pihaknya saat ini juga melakukan pengawasan di sejumlah wilayah di Kota Tanjungpinang yang diduga sebagai lokasi rawan narkoba.

”Kami juga sudah melakukan rapat kerja dengan sejumlah instansi, LPM, Karang Taruna. Rapat tersebut merupakan pemetaan wilayah rawan narkoba,” kata Hasim.

Dilanjutkannya, pada tahun 2016 ini pihaknya tidak mendapatkan anggaran untuk melakukan razia, seperti razia ketempat hiburan malam (THM) dan lainnya. Namun, bukan berarti THM tersebut tidak akan dilakukan razia.

”Kami tidak ada dianggarkan untuk razia. Jadi kami hanya memberi masukan ke BNNP. Nantinya mereka yang akan melakukan razia di Tanjungpinang,” ucap Hasim.

Saat ini, jelas Hasim, pihaknya juga sedang bersinergi dengan pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Tanjungpinang, dalam rangka operasi berantas sindikat narkoba (bersinar) yang sedang berlangsung.

”Kami ikut berpartisipasi bersama pihak Kepolisian di operasi bersinar. Yang mana tujuannya untuk menekan maraknya penyalahgunaan narkoba dan peredarannya,” pungkas Hasim.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar