Dipecat Valencia, Neville Bisa Jadi Asisten Mourinho di MU

638
Pesona Indonesia
Gary Neville. Foto: getty image/www.express.co.uk
Gary Neville. Foto: getty image/www.express.co.uk

batampos.co.id – Pasca dipecat Valencia, tak membuat Gary Neville berduka. Ada tiga opsi terbaik yang bisa dilakukan pria berusia 41 tahun tersebut.

Pertama, kembali menjadi pundit di Sky Sports. Sebelum dipinang owner Valencia Peter Lim pada awal Desember lalu, Neville selalu tampil di acara Monday Night Football.

“Dia akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Sky Sports. Dan tentu saja pintu selalu terbuka dan kami berharap Neville akan kembali kepada kami,” kata Direktur Pelaksana Sky Sports Barney Francis.

Kedua, menjadi asisten Jose Mourinho di mantan klubnya, Manchester United. Sudah bukan rahasia lagi jika pria kelahiran Bury, Manchester itu selalu ingin kembali ke ‘rumah’-nya Manchester merah.

United selalu menjadi rumah buat pemain kelahiran Bury itu. Selama 19 tahun berkarir di sepak bola, hanya satu klub yang dibelanya. Bersama United, Neville merajai Premier League serta kampiun Eropa.

Nah, meski Jose Mourinho belumlah 100 persen menjadi tactician United musim depan, santer terdengar jika pria asal Setubal Portugal itu sudah melakukan pra kontrak dengan United.

Ketiga, Neville tetap konsentrasi bersama Roy Hodgson di timnas Inggris. The Guardian menulis dalam international break yang dimulai pekan lalu, Neville melakukan pemilihan pemain dari markas Valencia.

“Komitemen Neville kepada pekerjaan dan sepak bola tak ada duanya. Karena itu seseorang pelatih yang dilayani Neville pasti sangat beruntung,” komentar Hodgson mengenai kinerja anak buahnya itu.

Dalam pemilihan skuad Inggris yang enerjik dan dihuni banyak pemain muda ini, Hodgson berkata Neville adalah salah satu yang ngotot buat memberikan kepercayaan buat pemain muda.

Mulai Dele Alli (19 tahun), Eric  Dier (22), Harry Kane (22), dan John Stones (21). Dasar Neville ngotot, kata Hodgson, adalah apiknya performa mereka di lapangan.

“Mungkin ada beberapa pelatih yang meremehkan kemampuan pemain muda. Alasan utama penolakan kepada mereka biasanya terkait soal mental dan jam terbang namun Neville tetap berpatokan performa bersama klub di liga,” ujar mantan pelatih Liverpool itu.

Sementara itu, pemecatan Neville dianggap pundit Sky Sports Guillem Balagu cukup mengejutkan. Sebab sejak awal masa pengangkatan sebagai pelatih, Neville menegaskan tak akan mundur meski seburuk apapun hasil yang diraihnya bersama Los Che, julukan Valencia.

“Gary tak lagi menemukan keasyikan dalam melatih di Valencia. Dan tak ada seorang pun di tubuh Valencia yang menjadi teman buatnya,” ucap Ballague.

Ketika menerima tongkat estafet kepelatihan dari tangan Nuno Espirito Santo sebenarnya kondisi internal Valencia tidak dalam kondisi bagus. Mental pemain terus menurun. Kondisi psikologis inilah yang menjadi beban terbesar bagi Neville untuk dibangkitkan.

“Tekanan suporter sedemikian masif kepada Gary. Dan Peter(Lim) yang sebenarnya punya kedekatan emosi dengan Neville, mau tak mau akhirnya mendengarkan tuntutan itu juga,” tambah Ballague.

Kegagalan-kegalan secara beruntun Valencia membuat kepercayaan kepada Neville terus menghilang. Tersish dari Liga Champion, keok di Europa League, dipermalukan di Copa del Rey serta capaian buruk adalah arang hitam yang mencoreng wajah Neville dan Valencia musim ini dengan jelas. (dra/jpg)

Respon Anda?

komentar